KORELASI.CO — Danantara memastikan pembangunan proyek Apartemen LRT City akan dilanjutkan mulai 1 Oktober 2026. Dalam proses tersebut, Danantara akan menunjuk arsitek baru serta melakukan perubahan pada fasad bangunan, area komersial, dan model bisnis proyek.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengatakan keputusan melanjutkan proyek tersebut menjadi langkah utama yang akan dilakukan Danantara.
“Nomor 1 keputusannya adalah kita akan meneruskan proyek ini. Kita akan hire arsitek baru untuk melakukan proses: fasadnya akan kita ubah. Begitu juga desain bisnis modal, termasuk komersial area-nya,” kata Dony dalam keterangannya, seperti dilihat detikcom dari media sosial @bumn_id, Rabu (30/9/2026).
Menurut Dony, fokus saat ini adalah melanjutkan sekaligus mempercepat pembangunan. Penyelesaian proyek juga mencakup penataan area komersial selain pembangunan unit hunian.
“Selain aspek bisnis, penyelesaian hunian ADCP juga menjadi bagian dari komitmen untuk memberikan kepastian kepada masyarakat yang telah membeli dan menunggu penyelesaian rumahnya,” ujarnya.
Dony mengatakan keputusan untuk melanjutkan proyek LRT City telah diperhitungkan. Ia juga menyebut langkah berikutnya adalah segera mencari pihak yang akan menangani pekerjaan tersebut dan memastikan progres pembangunan mulai terlihat pada 1 Oktober.
“Saya berharap keputusan kita ini, keputusan yang baik. Ini keputusan yang memang tidak hanya sekadar komersial. Jadi, langkah-langkahnya yang pertama, segera cari orang. Kedua, progress mulai kelihatan. Kita janji 1 Oktober itu sudah ada apapun bentuknya,” tegasnya.
Proyek LRT City Sempat Mengalami Kendala
Apartemen LRT City merupakan proyek hunian vertikal yang digarap PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha BUMN PT Adhi Karya Tbk.
Permasalahan pembangunan mulai diketahui konsumen sejak 2025 ketika progres proyek tidak menunjukkan pembaruan. Keluhan kemudian muncul di sejumlah proyek LRT City, antara lain Tebet, Cibubur, Ciracas, dan Oase Park.
Keluhan tersebut semakin ramai pada Juli 2026. ADCP kemudian menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan penyelesaian dan serah terima pada sejumlah proyek, termasuk Tebet, Ciracas, dan Cibubur.
Direktur Operasi ADCP Farid Budiyanto mengatakan kondisi perusahaan saat itu dipengaruhi sejumlah faktor.
Perseroan juga menyampaikan permohonan maaf kepada para konsumen atas kondisi yang saat ini dihadapi, termasuk adanya keterlambatan penyelesaian dan serah terima pada beberapa proyek.
Perseroan memahami bahwa kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan dan menjadi perhatian bagi para konsumen,” kata Farid kepada detikcom pada 22 Juli 2026.
Menurut Farid, kondisi yang dihadapi perusahaan dipengaruhi tekanan likuiditas, proses restrukturisasi, serta sejumlah langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha.
“Kondisi yang tengah dihadapi Perseroan saat ini, dipengaruhi oleh tekanan likuiditas, pelaksanaan proses restrukturisasi perusahaan, serta berbagai langkah strategis dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha,” jelasnya.
Danantara Siapkan Dana Rp456 Miliar
Setelah persoalan tersebut mendapat perhatian, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Danantara, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI disebut melakukan mediasi antara pengembang dan konsumen.
Danantara kemudian mengumumkan penyediaan dana sebesar Rp456 miliar untuk penyelesaian proyek Apartemen LRT City. PT Adhi Karya Tbk sebagai induk ADCP juga diminta tidak menambah anak usaha baru dan kembali berfokus pada bisnis konstruksi.
Dengan keputusan tersebut, pembangunan LRT City dijadwalkan kembali berjalan mulai 1 Oktober 2026. Perubahan desain dan penataan area komersial menjadi bagian dari langkah yang disiapkan Danantara dalam melanjutkan proyek tersebut. (Red)



















