KORELASI.CO — Sektor perumahan terus didorong untuk mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Penguatan pembiayaan dan kerja sama antara pemerintah, perbankan, dunia usaha, serta industri pendukung menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Pembahasan mengenai peran sektor perumahan mengemuka dalam Pertemuan dan Simposium Perumahan “Warisan Bangsa” di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor. Pesertanya berasal dari industri properti, konstruksi, bahan bangunan, perbankan, serta berbagai jasa yang berkaitan dengan sektor perumahan.
Dalam kegiatan itu, Bank Nobu memperkenalkan tiga skema pembiayaan perumahan. Ketiganya terdiri atas KPR Progresif, FLPP Perumahan Subsidi, dan KUR Perumahan.
Ketiga program tersebut menyasar kebutuhan pembiayaan yang berbeda, mulai dari masyarakat yang membutuhkan hunian hingga pelaku usaha dalam ekosistem perumahan.
Pembiayaan Menjadi Bagian Penting Sektor Perumahan
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai sektor perumahan memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar kegiatan bisnis.
Menurut Hashim, sektor tersebut juga berkaitan dengan aspek sosial dan kepentingan pembangunan nasional. Karena itu, pembiayaan perumahan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Ia juga menilai KUR Perumahan dan skema pembiayaan lainnya dapat mendukung penciptaan lapangan kerja sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.
Pandangan serupa disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan perbankan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melihat sektor perumahan dan konstruksi memiliki efek berganda terhadap perekonomian.
Menurut Airlangga, inovasi pembiayaan seperti KUR Perumahan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi.
Bank Nobu Tawarkan Tiga Skema Pembiayaan
Direktur Utama Bank Nobu Suhaimin Johan mengatakan Bank Nobu berkomitmen mendukung sektor perumahan melalui sejumlah skema pembiayaan.
Dalam Program Perumahan “Warisan Bangsa”, Bank Nobu memperkenalkan tiga program, yakni KPR Progresif, FLPP Perumahan Subsidi, dan KUR Perumahan.
KPR Progresif menyasar masyarakat yang membutuhkan pembiayaan hunian. Sementara itu, FLPP Perumahan Subsidi diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses terhadap rumah.
Adapun KUR Perumahan menyasar pelaku usaha yang berada dalam ekosistem perumahan. Segmennya mencakup pengembang, kontraktor, UMKM, hingga industri pendukung.
Suhaimin mengatakan pembiayaan yang lebih inklusif diharapkan dapat membuka kesempatan usaha sekaligus menggerakkan kegiatan ekonomi.
Dengan skema tersebut, pembiayaan tidak hanya diarahkan kepada calon pemilik rumah. Pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan dan penyediaan kebutuhan perumahan juga menjadi bagian dari sasaran pembiayaan.
Pertemuan Libatkan Pelaku Usaha Lintas Sektor
Pertemuan dan Simposium Perumahan “Warisan Bangsa” juga mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem perumahan.
Sebelum kegiatan berlangsung, penyelenggara menyebut lebih dari 800 pelaku lintas sektor dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.
Setelah acara berlangsung, Media Indonesia melaporkan sebanyak 1.380 peserta hadir secara tatap muka, sedangkan lebih dari 500 peserta mengikuti kegiatan secara daring.
Peserta berasal dari berbagai sektor yang berkaitan dengan pembangunan perumahan. Di antaranya properti, konstruksi, bahan bangunan, perbankan, serta industri pendukung lainnya.
CEO Danantara Rosan Roeslani turut menyoroti peran sektor swasta dalam menjalankan program perumahan.
Menurut Rosan, keterlibatan swasta menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan program. Ia juga menyampaikan pentingnya penyerapan pembiayaan secara tepat agar dapat mendukung pembangunan sektor perumahan.
Kolaborasi Diperlukan untuk Memperluas Akses Hunian
Penguatan pembiayaan menjadi salah satu bagian dalam pengembangan sektor perumahan. Namun, pelaksanaannya melibatkan lebih banyak pihak daripada sekadar lembaga pembiayaan.
Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan program perumahan. Sementara itu, perbankan menyediakan instrumen pembiayaan, sedangkan pengembang, kontraktor, UMKM, dan industri pendukung menjalankan aktivitas usaha dalam rantai pembangunan hunian.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan pembiayaan dapat terserap sesuai kebutuhan.
Melalui KPR Progresif, FLPP Perumahan Subsidi, dan KUR Perumahan, Bank Nobu menawarkan skema pembiayaan yang menyasar kelompok berbeda dalam ekosistem perumahan.
Dengan kolaborasi pemerintah, perbankan, dunia usaha, serta industri pendukung, program pembiayaan perumahan diharapkan dapat memperluas akses terhadap hunian sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pembangunan rumah. (Red)



















