Korelasi.co- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menetapkan target ambisius: setidaknya 10 ruas jalan tol baru harus siap difungsikan menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Dengan total panjang lebih dari 201 kilometer, kehadiran ruas-ruas baru itu diproyeksikan menjadi tulang punggung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah pada penghujung tahun.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jalan tol bukan sekadar soal infrastruktur transportasi.
“Pembangunan jalan tol tidak hanya menghadirkan konektivitas yang lebih baik, tetapi juga menjadi pengungkit pemerataan pembangunan dan penguatan fondasi ekonomi nasional di berbagai daerah,” kata Dody, Senin 22 Juni 2026.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati menyebut progres sejumlah proyek tol tengah berjalan positif. Ia merinci sekitar 10 ruas tol berpotensi tuntas sebelum akhir 2026.
“Sesuai progres konstruksi yang berjalan saat ini, kami menargetkan sekitar 10 ruas tol dapat diselesaikan pada akhir tahun dan difungsionalkan untuk mendukung kelancaran pergerakan masyarakat selama periode Nataru,” ujar Ni Komang.
Daftar 10 Ruas Tol yang Ditargetkan Beroperasi
Berikut ruas-ruas yang masuk dalam daftar target fungsional Nataru 2026/2027:
- Ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) sepanjang 24,67 kilometer.
- Ruas Palembang–Betung Seksi 1 hingga 4 (Kramasan–Pulo Rimo) sepanjang 54,50 kilometer.
- Ruas Probolinggo–Banyuwangi Seksi 3 (Paiton–Besuki) sepanjang 25,60 kilometer.
- Ruas Serang–Panimbang Seksi 2 (Rangkasbitung–Cileles) sepanjang 24,17 kilometer.
- Ruas Jakarta-Cikampek II Selatan Seksi 6 (Kutanegara–Sadang) sepanjang 8,50 kilometer.
- Ruas Akses Patimban di Subang sepanjang 19,39 kilometer.
- Ruas Semarang–Demak Seksi 1A dan 1C sepanjang 3,66 kilometer.
- Ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Paket 1.2B, 2.1A, dan 2.2B sepanjang 18,36 kilometer.
- Ruas Yogyakarta–Bawen Seksi 1 dan 6 sepanjang 15,10 kilometer.
- Ruas Kediri–Tulungagung segmen Akses Tol Bandara sepanjang 7,17 kilometer.
BPJT menyampaikan sebagian besar ruas tersebut akan dioperasikan secara bertahap, dengan sejumlah penyesuaian di lapangan termasuk pembatasan jenis kendaraan pada segmen tertentu.
Ni Komang memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan agar seluruh tahapan konstruksi tidak meleset dari jadwal.
“Kami akan memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana sehingga ruas-ruas yang ditargetkan dapat digunakan masyarakat untuk mendukung mobilitas selama masa libur Nataru,” katanya.
Pemerintah berharap tambahan kapasitas jalan tol ini turut memperlancar distribusi logistik dan arus perjalanan pada akhir tahun, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah sebagai salah satu mesin pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.













