KORELASI.CO – Aktivitas masyarakat di ruang digital terus meningkat, sehingga perlindungan data pribadi menjadi hal yang semakin penting. Informasi seperti nama lengkap, alamat, nomor identitas, alamat email, hingga data finansial dapat menimbulkan risiko apabila diketahui atau dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ancaman terhadap data pribadi dapat datang dari berbagai arah. Phishing, malware, kebocoran data pada sistem, hingga kebiasaan membagikan informasi secara berlebihan di media sosial menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan pengguna ketika beraktivitas di internet.
Mengapa Data Pribadi Harus Dijaga?
Data pribadi tidak hanya berfungsi untuk mengenali identitas seseorang. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk membuat profil pengguna atau menjadi bagian dari proses akses ke berbagai layanan digital.
Salah satu contohnya adalah alamat email yang dapat menjadi target dalam upaya mengambil alih akun lain. Risiko dapat semakin besar apabila pengguna memakai kata sandi yang sama untuk sejumlah layanan.
Menurut Dr. Arief Mustaqim, pakar keamanan siber Universitas Gadjah Mada, data pribadi dapat diibaratkan seperti kunci rumah. Ketika kunci tersebut jatuh ke tangan orang lain, pemilik rumah berpotensi kehilangan kendali atas akses ke dalamnya.
Berbagai Ancaman terhadap Data Pribadi
Penyalahgunaan data pribadi dapat terjadi melalui sejumlah modus. Beberapa ancaman bahkan dapat muncul ketika pengguna tidak menyadari bahwa informasi yang dimilikinya sedang menjadi sasaran.
1. Phishing
Phishing merupakan modus penipuan yang dilakukan dengan menyamar sebagai pihak atau layanan yang dipercaya oleh korban. Pelaku dapat menggunakan email, pesan singkat, atau tautan palsu untuk mengarahkan korban ke halaman tertentu.
Sebelum memasukkan kata sandi, kode OTP, maupun informasi keuangan, pengguna sebaiknya memastikan terlebih dahulu identitas pengirim dan alamat situs yang dituju.
2. Malware
Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dapat digunakan untuk mengganggu perangkat atau mengambil informasi tertentu tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah tidak memasang aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya. Pengguna juga disarankan menjaga perangkat dan aplikasi tetap diperbarui.
3. Wi-Fi Publik
Jaringan Wi-Fi publik membutuhkan kehati-hatian, khususnya ketika digunakan untuk mengakses layanan atau mengirimkan informasi yang bersifat sensitif.
Pengguna sebaiknya mempertimbangkan keamanan jaringan sebelum melakukan aktivitas penting. Memasukkan data sensitif melalui jaringan yang tidak dikenal juga sebaiknya dihindari.
4. Kebocoran Data
Kebocoran data atau data breach dapat terjadi ketika informasi pengguna terekspos akibat serangan terhadap sistem maupun insiden keamanan lainnya.
Situasi tersebut dapat berdampak kepada pengguna meskipun mereka tidak melakukan kesalahan secara langsung. Untuk mengurangi risiko pada akun, penggunaan kata sandi yang berbeda serta lapisan keamanan tambahan menjadi langkah yang dapat diterapkan.
5. Membagikan Informasi Berlebihan di Media Sosial
Kebiasaan membagikan terlalu banyak informasi pribadi di media sosial juga dapat menimbulkan risiko terhadap privasi.
Informasi seperti alamat rumah, nomor telepon, lokasi, dan detail finansial sebaiknya tidak dipublikasikan secara terbuka. Semakin banyak informasi pribadi yang tersedia, semakin banyak pula data yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak lain.
Langkah Praktis Melindungi Data Pribadi
Ada sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga keamanan akun sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan informasi pribadi.
Gunakan Kata Sandi yang Berbeda dan Sulit Ditebak
Satu kata sandi sebaiknya tidak digunakan untuk seluruh akun. Penggunaan kata sandi yang berbeda dapat membatasi dampak apabila salah satu layanan mengalami kebocoran.
Kata sandi juga sebaiknya tidak menggunakan informasi yang mudah diketahui, seperti nama, tanggal lahir, atau nomor telepon.
Aktifkan Autentikasi Dua Faktor
Autentikasi dua faktor atau 2FA memberikan perlindungan tambahan ketika pengguna melakukan login ke akun.
Dengan mekanisme tersebut, seseorang yang mengetahui kata sandi belum tentu dapat langsung masuk ke akun karena masih terdapat proses autentikasi tambahan.
Periksa Tautan Sebelum Membukanya
Pesan atau email yang meminta pengguna membuka tautan, mengunduh file, maupun memasukkan informasi pribadi perlu diperiksa terlebih dahulu.
Jangan langsung mengikuti instruksi dalam pesan hanya karena pengirim mengaku berasal dari perusahaan, lembaga, atau layanan yang dikenal. Periksa kembali alamat pengirim dan tujuan tautan sebelum melakukan tindakan.
Lebih Waspada Saat Menggunakan Wi-Fi Publik
Penggunaan jaringan publik membutuhkan perhatian lebih ketika pengguna hendak membuka akun atau mengirimkan informasi sensitif.
VPN dapat digunakan sebagai salah satu lapisan tambahan untuk membantu mengenkripsi lalu lintas jaringan. Namun, VPN tidak menghilangkan seluruh risiko keamanan sehingga pengguna tetap perlu memperhatikan keamanan situs dan layanan yang diakses.
Kurangi Informasi Pribadi di Media Sosial
Tidak semua informasi mengenai diri sendiri perlu dibagikan kepada publik. Nomor telepon, alamat rumah, informasi keuangan, dan data sensitif lainnya sebaiknya dibatasi penyebarannya.
Pengaturan privasi akun media sosial juga perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan siapa saja yang dapat melihat informasi yang dibagikan.
Jangan Menunda Pembaruan Perangkat
Pembaruan sistem operasi dan aplikasi tidak hanya berkaitan dengan penambahan fitur. Pembaruan juga dapat mencakup perbaikan terhadap celah keamanan yang ditemukan pada perangkat lunak.
Karena itu, pengguna sebaiknya memasang pembaruan yang dirilis oleh pengembang atau penyedia perangkat lunak resmi.
Perlindungan Data Pribadi di Indonesia
Indonesia telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi atau UU PDP yang disahkan pada 2022. Undang-undang tersebut menjadi salah satu landasan hukum dalam memberikan perlindungan terhadap data pribadi di Indonesia.
Di sisi pengguna, perlindungan data juga membutuhkan kehati-hatian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di internet. Penggunaan kata sandi unik, aktivasi autentikasi tambahan, serta kebiasaan memeriksa tautan dan permintaan informasi dapat membantu mengurangi berbagai risiko keamanan.
Kebiasaan Digital Berperan dalam Keamanan Data
Menjaga data pribadi tidak hanya bergantung pada teknologi keamanan. Kebiasaan pengguna ketika menggunakan internet juga memiliki peran penting dalam menjaga informasi tetap aman.
Mulai dari menggunakan kata sandi yang berbeda, mengaktifkan 2FA, memperbarui perangkat, membatasi informasi di media sosial, hingga memeriksa pesan mencurigakan merupakan sejumlah langkah yang dapat diterapkan dalam aktivitas digital sehari-hari.
Naskah sumber juga mencantumkan kutipan Edward Snowden mengenai pentingnya privasi. Namun, sumber asli dan konteks kutipan tersebut belum tersedia sehingga perlu dilakukan verifikasi sebelum kutipan digunakan dalam artikel. (Red)



















