KORELASI.CO- Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,61 persen secara year on year (yoy) pada triwulan I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian pada triwulan I 2025 yang sebesar 4,78 persen.
Pertumbuhan ekonomi tersebut terjadi di tengah dinamika geopolitik yang masih berlangsung. Sejumlah lapangan usaha turut mencatat pertumbuhan dan memberikan kontribusi terhadap aktivitas perekonomian nasional pada awal 2026.
Lima Sektor Utama Berkontribusi terhadap Perekonomian
Berdasarkan data BPS dalam bahan yang digunakan, lima sektor utama mencatat kontribusi besar terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan I 2026.
Kelima sektor tersebut meliputi industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Masing-masing sektor mencatat kontribusi sebesar 19,07 persen, 13,28 persen, 12,67 persen, 9,81 persen, dan 8,69 persen terhadap PDB.
Selain sektor-sektor tersebut, beberapa lapangan usaha lain juga menunjukkan pertumbuhan pada periode yang sama.
Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen. Pertumbuhan tersebut dalam bahan sumber dikaitkan dengan perluasan cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta momen libur nasional.
Sektor jasa lainnya juga mencatat pertumbuhan sebesar 9,91 persen. Kinerja tersebut didorong oleh peningkatan perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara.
Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Industri Pengolahan Tumbuh 5,04 Persen
Industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang mencatat pertumbuhan pada triwulan I 2026. BPS mencatat sektor tersebut tumbuh 5,04 persen secara yoy.
Pertumbuhan industri pengolahan terutama ditopang oleh sejumlah subsektor. Di antaranya industri makanan dan minuman, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.
Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas industri tetap menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian nasional pada awal 2026.
Perdagangan Tumbuh Seiring Aktivitas Produksi dan Belanja
Sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,26 persen secara yoy pada triwulan I 2026.
Dalam bahan yang disampaikan, pertumbuhan sektor ini berkaitan dengan peningkatan produksi domestik dan impor. Aktivitas tersebut mencakup meningkatnya produksi barang pertanian dan industri pengolahan serta impor barang konsumsi, barang modal, dan bahan baku.
Peningkatan aktivitas belanja masyarakat juga menjadi salah satu faktor yang mendorong kinerja sektor perdagangan pada periode tersebut.
Konstruksi dan Pertanian Tetap Tumbuh
Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan sebesar 5,49 persen pada triwulan I 2026 secara yoy. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas konstruksi yang dilakukan pemerintah maupun swasta.
Sementara itu, sektor pertanian tumbuh 4,97 persen pada periode yang sama. Pertumbuhan tersebut menunjukkan sektor pertanian tetap mencatat kinerja positif pada awal 2026.
Dengan pertumbuhan 5,61 persen pada triwulan I 2026, perkembangan sejumlah lapangan usaha menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas ekonomi Indonesia. Kinerja industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, pertanian, serta sektor jasa dan transportasi turut memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi nasional pada periode tersebut.(Red)



















