KORELASI.CO- Perubahan kondisi ekonomi dan pesatnya perkembangan teknologi digital membuat pilihan karier di Indonesia semakin beragam. Lapangan kerja kini tidak hanya didominasi sektor manufaktur dan pekerjaan konvensional, tetapi juga berkembang di bidang perdagangan, jasa, ekonomi digital, hingga teknologi informasi.
Bank Dunia, sebagaimana dikutip VIVA pada Kamis, 10 September 2026, menyebut perekonomian Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam laporan yang diterbitkan pada Juni 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di angka 5 persen pada 2026 dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 5,2 persen pada 2027–2028.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas dan memberikan peluang yang lebih luas bagi masyarakat.
Sektor Ritel Masih Membuka Beragam Kesempatan
Ritel menjadi salah satu sektor yang menawarkan pilihan pekerjaan cukup beragam karena berkaitan erat dengan aktivitas konsumsi masyarakat. Perkembangan toko modern, perdagangan elektronik, sistem distribusi, serta layanan konsumen turut membuat kebutuhan tenaga kerja semakin luas dan tidak terbatas pada pekerjaan di toko.
Kebutuhan perusahaan ritel juga mencakup berbagai keterampilan. Selain posisi sebagai staf toko, kasir, supervisor, dan pengelola operasional, terdapat kebutuhan tenaga kerja di bidang pemasaran digital, manajemen persediaan, analisis penjualan, logistik, serta pelayanan pelanggan yang memanfaatkan teknologi.
Data Bank Dunia memperlihatkan bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi digital telah berkembang di berbagai sektor ekonomi Indonesia, termasuk perdagangan grosir dan ritel. Hal tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya menghasilkan jenis pekerjaan baru dalam industri teknologi, tetapi juga mengubah pola kerja di sektor yang sebelumnya lebih konvensional.
Ekonomi Digital Buka Peluang Pekerjaan Baru
Perkembangan ekonomi digital menjadi salah satu faktor yang turut mengubah kebutuhan tenaga kerja. Bank Dunia mencatat bahwa pada 2023, pekerja digital di Indonesia, yaitu mereka yang menjadikan teknologi digital dan internet sebagai bagian penting dalam pekerjaannya, telah mencapai hampir 30 persen dari populasi usia kerja. Jika dilihat berdasarkan jumlah pekerja, proporsinya mencapai sekitar 43 persen.
Perkembangan tersebut menciptakan peluang bagi berbagai bidang pekerjaan yang membutuhkan kemampuan teknologi. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan perangkat lunak, analisis data, pemasaran digital, keamanan siber, layanan cloud, desain digital, serta pengelolaan berbagai platform digital.
Kebutuhan terhadap keterampilan tersebut tidak hanya datang dari perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Berbagai perusahaan dari sektor lain juga mulai membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengelola dan memanfaatkan teknologi digital.
Bank Dunia menilai perkembangan ekonomi digital berpotensi mendukung penciptaan lapangan kerja, baik melalui pertumbuhan industri teknologi informasi maupun pemanfaatan teknologi dan solusi berbasis data pada sektor ekonomi nonteknologi.(Red)














