KORELASI.CO-Simulasi deposito penting dilakukan sebelum Anda menempatkan dana di bank. Dengan perhitungan ini, Anda dapat memperkirakan bunga yang diterima berdasarkan jumlah dana, tenor, dan suku bunga deposito.
Deposito menawarkan tingkat risiko yang relatif rendah karena dana ditempatkan dalam jangka waktu tertentu. Namun, keuntungan yang diperoleh tetap dipengaruhi oleh suku bunga, tenor, pajak bunga, serta kebijakan bank.
Karena itu, melakukan simulasi deposito terlebih dahulu dapat membantu Anda menentukan apakah produk tersebut sesuai dengan tujuan keuangan.
Apa Itu Deposito?
Deposito merupakan produk simpanan berjangka yang disediakan bank. Berbeda dengan tabungan biasa, dana deposito umumnya hanya dapat dicairkan ketika mencapai tanggal jatuh tempo sesuai tenor yang dipilih.
Pilihan tenor deposito dapat berbeda di setiap bank. Umumnya tersedia pilihan 1, 3, 6, 12 hingga 24 bulan.
Deposito cocok bagi nasabah yang ingin menyimpan dana dengan jangka waktu tertentu dan memperoleh bunga yang biasanya lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.
Meski demikian, deposito tetap memiliki ketentuan pencairan. Jika dana ditarik sebelum jatuh tempo, nasabah dapat dikenakan konsekuensi sesuai kebijakan bank.
Manfaat Menempatkan Dana di Deposito
Ada beberapa alasan deposito masih menjadi pilihan masyarakat untuk menyimpan dana.
1. Bunga Lebih Tinggi dari Tabungan
Deposito umumnya menawarkan bunga lebih tinggi dibandingkan tabungan reguler. Sebagai contoh, materi yang menjadi acuan menyebut bunga deposito rupiah Bank DKI untuk tenor 12 bulan dapat mencapai 3% per tahun.
Sementara itu, pembukaan deposito melalui JakOne Mobile disebut dapat menawarkan bunga hingga 4% per tahun.
Namun, tingkat bunga dapat berubah mengikuti kebijakan bank. Karena itu, calon nasabah sebaiknya mengecek suku bunga terbaru sebelum membuka deposito.
2. Tersedia Berbagai Pilihan Tenor
Deposito menyediakan pilihan jangka waktu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Nasabah dapat memilih tenor pendek, seperti 1 bulan atau 3 bulan. Sementara itu, tenor 6, 12, hingga 24 bulan dapat dipilih untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu lebih panjang.
Pemilihan tenor sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas. Jangan menempatkan seluruh dana yang mungkin dibutuhkan dalam waktu dekat ke deposito.
3. Risiko Relatif Rendah
Deposito termasuk produk simpanan dengan risiko relatif rendah dibandingkan sejumlah instrumen investasi yang nilainya dapat berfluktuasi.
Selain itu, simpanan nasabah pada bank peserta program penjaminan dapat dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu, termasuk maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan tetap memenuhi ketentuan penjaminan yang berlaku.
4. Dapat Menjadi Jaminan Kredit
Pada produk dan bank tertentu, deposito dapat digunakan sebagai agunan atau jaminan kredit.
Fasilitas tersebut memungkinkan nasabah memperoleh pembiayaan tanpa harus mencairkan deposito sebelum jatuh tempo. Namun, ketentuan penggunaan deposito sebagai jaminan bergantung pada kebijakan masing-masing bank.
5. Bisa Dibuka Secara Digital
Perbankan digital membuat pembukaan deposito semakin praktis. Sejumlah bank telah menyediakan fitur pembukaan deposito melalui aplikasi sehingga nasabah tidak selalu harus datang langsung ke kantor cabang.
Nasabah juga dapat memantau nominal dana, bunga, dan tanggal jatuh tempo melalui layanan digital yang tersedia.
Rumus Simulasi Bunga Deposito
Untuk memperkirakan bunga deposito, Anda dapat menggunakan rumus berikut:
Bunga deposito = (Suku bunga × Dana deposito × Jumlah hari) ÷ 365
Setelah memperoleh bunga kotor, Anda perlu memperhitungkan pajak bunga deposito.
Pajak deposito = Tarif pajak × Bunga deposito
Selanjutnya, bunga bersih dapat dihitung dengan rumus:
Bunga bersih = Bunga deposito – Pajak deposito
Sedangkan total dana yang diterima saat jatuh tempo adalah:
Total pengembalian = Dana awal + Bunga bersih
Rumus tersebut dapat digunakan sebagai simulasi awal. Nilai aktual yang diterima tetap mengikuti perhitungan dan ketentuan bank tempat deposito dibuka.
Cara Menghitung Bunga Deposito per Bulan
Jika ingin memperkirakan pendapatan bunga bersih dalam satu bulan, perhitungan dapat dilakukan berdasarkan jumlah dana, tingkat bunga, jumlah hari, dan pajak.
Dengan asumsi pajak bunga sebesar 20%, rumus sederhananya adalah:
Bunga bersih = (Dana × Suku bunga × 80% × Jumlah hari) ÷ 365
Angka 80% merupakan sisa bunga setelah asumsi pajak 20%.
Perlu diperhatikan bahwa perhitungan aktual dapat berbeda karena jumlah hari dalam tenor, metode perhitungan bank, serta ketentuan pajak yang berlaku.
Contoh Simulasi Deposito Rp150 Juta
Sebagai contoh, Anda menempatkan dana Rp150.000.000 dalam deposito dengan tenor 1 bulan.
Asumsinya:
- Dana deposito: Rp150.000.000
- Suku bunga: 6% per tahun
- Tenor: 30 hari
- Pajak bunga: 20%
Maka estimasi bunga bersihnya:
Bunga bersih = (Rp150.000.000 × 6% × 80% × 30) ÷ 365
Hasil perhitungannya sekitar Rp591.781.
Dengan demikian, berdasarkan asumsi tersebut, bunga bersih yang diperoleh dari deposito Rp150 juta selama 30 hari berada di kisaran Rp591 ribu.
Angka tersebut merupakan simulasi, bukan jaminan hasil. Suku bunga deposito, pajak, jumlah hari, dan kebijakan bank dapat memengaruhi hasil akhir.
Contoh Perbandingan Suku Bunga Deposito
Suku bunga menjadi salah satu faktor penting ketika memilih deposito. Namun, nasabah tidak sebaiknya hanya membandingkan persentase bunga.
Selain bunga, perhatikan tenor, nominal minimum penempatan, biaya, ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, serta status penjaminan simpanan.
Bunga Deposito BCA
Materi yang menjadi acuan menyebutkan bahwa suku bunga deposito BCA untuk simpanan di bawah Rp2 miliar mengalami perubahan mulai Juli 2025.
Pada periode tersebut, bunga tenor 1 dan 3 bulan disebut turun menjadi 2,75% per tahun dari sebelumnya 3%.
Sementara itu, bunga tenor 6 bulan disebut berada di 2,75%, sedangkan tenor 12 bulan sebesar 2,50%.
Karena suku bunga deposito dapat berubah, informasi tersebut perlu dijadikan referensi historis. Sebelum membuka deposito, pastikan mengecek tingkat bunga terbaru langsung dari bank terkait.
Tips Memilih Deposito yang Tepat
Sebelum menempatkan dana, jangan hanya melihat bank yang menawarkan bunga paling tinggi.
Ada beberapa hal yang perlu diperiksa.
Perhatikan Suku Bunga Bersih
Bunga yang ditampilkan bank belum tentu menjadi keuntungan bersih. Hitung terlebih dahulu pajak bunga agar mengetahui jumlah yang benar-benar diterima.
Sesuaikan Tenor dengan Kebutuhan
Jangan memilih tenor panjang jika dana kemungkinan diperlukan dalam waktu dekat.
Sebaliknya, dana yang memang tidak akan digunakan dalam beberapa bulan dapat ditempatkan pada tenor yang lebih sesuai.
Bandingkan Beberapa Bank
Bandingkan bunga, minimum penempatan, pilihan tenor, fasilitas perpanjangan otomatis, serta ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo.
Dengan begitu, keputusan tidak hanya berdasarkan tingkat bunga.
Periksa Ketentuan Penjaminan LPS
Pastikan bank merupakan peserta penjaminan LPS dan pahami ketentuan penjaminan yang berlaku. Salah satu syarat penting penjaminan adalah tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS.
Kesimpulan
Simulasi deposito membantu calon nasabah memperkirakan bunga dan keuntungan bersih sebelum menempatkan dana di bank.
Perhitungan tersebut perlu mempertimbangkan nominal deposito, suku bunga, tenor, jumlah hari, dan pajak bunga. Dengan melakukan simulasi, Anda dapat membandingkan beberapa pilihan deposito dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan.
Namun, jangan hanya mengejar bunga tertinggi. Periksa pula keamanan dana, ketentuan pencairan, tenor, minimum penempatan, dan aturan penjaminan yang berlaku sebelum mengambil keputusan.















