KORELASI.CO-Harga emas batangan Antam yang diproduksi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali naik pada Senin (24/8/2026). Harga emas Antam menjadi Rp2.750.000 per gram, naik Rp10.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp2.740.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback. Harga pembelian kembali emas Antam naik Rp10.000 dari Rp2.600.000 menjadi Rp2.610.000 per gram.
Dengan demikian, terdapat selisih atau spread sebesar Rp140.000 per gram antara harga jual emas Antam dan harga buyback.
Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini
Berikut perubahan harga emas Antam berdasarkan data Senin (24/8/2026):
| Keterangan | Harga Sebelumnya | 24 Agustus 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Harga emas Antam | Rp2.740.000 | Rp2.750.000 | +Rp10.000 |
| Harga buyback | Rp2.600.000 | Rp2.610.000 | +Rp10.000 |
| Spread | Rp140.000 | Rp140.000 | Tetap |
Kenaikan Rp10.000 pada harga jual setara sekitar 0,36 persen, sedangkan kenaikan buyback juga sekitar 0,38 persen jika dihitung terhadap harga sebelumnya.
Hal yang perlu diperhatikan, spread tetap berada di level Rp140.000 per gram. Artinya, kenaikan harga emas pada hari ini belum menghilangkan perbedaan antara harga ketika membeli emas dan harga ketika menjualnya kembali.
Mengapa Harga Jual dan Buyback Berbeda?
Antam menetapkan dua harga untuk emas batangan, yakni harga jual dan harga buyback.
Harga jual merupakan harga yang dibayarkan konsumen ketika membeli emas dari Logam Mulia. Sementara itu, harga buyback merupakan harga yang digunakan ketika pemilik menjual kembali emas kepada Logam Mulia.
Pada 24 Agustus 2026, misalnya, seseorang yang membeli 1 gram emas harus membayar Rp2.750.000. Jika emas tersebut langsung dijual kembali berdasarkan harga buyback hari yang sama, nilai yang diterima adalah Rp2.610.000.
Ada selisih Rp140.000 sebelum memperhitungkan komponen biaya atau pajak yang mungkin berlaku.
Karena itu, kenaikan harga emas harian tidak bisa langsung dianggap sebagai keuntungan bersih bagi investor.
Beli Emas Hari Ini, Langsung Untung?
Belum tentu.
Dengan harga jual Rp2.750.000 dan buyback Rp2.610.000 per gram, investor yang baru membeli emas pada harga tersebut harus menunggu kenaikan harga yang cukup untuk melewati spread sebelum memperoleh keuntungan dari selisih harga.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan emas batangan lebih tepat dipandang sebagai instrumen investasi jangka panjang daripada instrumen untuk mengejar keuntungan dalam waktu sangat singkat.
Namun, keuntungan aktual tetap bergantung pada harga pembelian, harga buyback ketika emas dijual, serta biaya dan pajak yang berlaku.
Perbandingan Untung-Rugi Investasi Emas
Data historis yang diberikan menunjukkan hasil yang berbeda jika pembelian dilakukan pada tanggal yang berbeda.
Dengan menggunakan harga emas 24 Agustus 2026 sebagai pembanding, berikut kalkulasi yang tercantum dalam data:
| Tanggal Pembelian | Harga Saat Pembelian | Potensi Hasil |
|---|---|---|
| 17 Agustus 2026 | Rp2.677.000 | -2,50% |
| 24 Juli 2026 | Rp2.605.000 | +0,19% |
| 24 Mei 2026 | Rp2.773.000 | -5,88% |
| 24 Februari 2026 | Rp3.068.000 | -14,93% |
| 24 November 2025 | Rp2.340.000 | +11,54% |
| 24 Agustus 2025 | Rp1.933.000 | +35,02% |
| 24 Mei 2025 | Rp1.930.000 | +35,23% |
| 24 Februari 2025 | Rp1.705.000 | +53,08% |
Data tersebut memperlihatkan bahwa waktu pembelian sangat memengaruhi hasil investasi emas.
Investor yang membeli ketika harga lebih rendah pada periode sebelumnya mempunyai potensi keuntungan lebih besar ketika harga emas mengalami kenaikan. Sebaliknya, pembelian pada saat harga berada di level tinggi dapat membuat investor masih mengalami kerugian ketika harga kemudian terkoreksi.
Investor Jangka Pendek Perlu Memperhatikan Spread
Pergerakan harga emas pada 24 Agustus menunjukkan bahwa harga bisa berubah dalam waktu singkat. Namun, investor tidak cukup hanya melihat harga jual.
Harga buyback juga harus diperhatikan karena itulah harga yang menjadi acuan ketika emas dijual kembali kepada Logam Mulia.
Sebagai contoh sederhana, apabila membeli 1 gram emas pada harga Rp2.750.000 dan menjualnya kembali dengan harga buyback Rp2.610.000 pada hari yang sama, terdapat selisih Rp140.000.
Karena itu, investor jangka pendek menghadapi tantangan lebih besar untuk menutup spread tersebut.
Apakah Emas Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?
Data historis yang diberikan menunjukkan bahwa emas dapat memberikan hasil positif ketika kepemilikan dilakukan dalam periode yang lebih panjang dan harga emas mengalami kenaikan.
Namun, hasil historis tersebut tidak menjamin keuntungan pada masa mendatang.
Dari data yang tersedia, pembelian pada 24 Februari 2025 menghasilkan potensi keuntungan 53,08 persen ketika dibandingkan dengan harga 24 Agustus 2026. Sementara pembelian pada 24 Februari 2026 masih menunjukkan potensi kerugian 14,93 persen.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga masuk tetap menjadi faktor penting, meskipun aset yang sama-sama dimiliki adalah emas.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Emas?
Calon investor dapat memperhatikan beberapa hal berikut:
- Bandingkan harga jual dan buyback, bukan hanya harga emas.
- Tentukan tujuan investasi dan jangka waktu kepemilikan.
- Jangan menganggap kenaikan satu hari sebagai jaminan tren jangka panjang.
- Perhatikan harga ketika membeli karena harga masuk memengaruhi potensi hasil.
- Gunakan dana yang sesuai dengan kemampuan finansial.
- Cek harga resmi sebelum melakukan transaksi.
Investor juga perlu membedakan antara kenaikan harga emas dan keuntungan investasi. Keuntungan baru dapat dihitung dengan membandingkan harga pembelian dengan harga jual kembali pada saat transaksi.
FAQ
Berapa harga emas Antam hari ini?
Harga emas Antam 1 gram pada Senin (24/8/2026) adalah Rp2.750.000.
Berapa harga buyback Antam hari ini?
Harga buyback emas Antam tercatat Rp2.610.000 per gram.
Berapa spread harga emas Antam hari ini?
Selisih harga jual dan buyback sebesar Rp140.000 per gram.
Apakah membeli emas hari ini langsung untung?
Tidak. Jika langsung dijual berdasarkan harga buyback, terdapat selisih Rp140.000 per gram antara harga jual dan buyback.
Apakah emas cocok untuk investasi jangka panjang?
Data historis menunjukkan pembelian pada periode tertentu menghasilkan keuntungan ketika dibandingkan dengan harga 24 Agustus 2026. Namun, kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi pada masa mendatang.
Kesimpulan
Harga emas Antam pada Senin (24/8/2026) naik Rp10.000 menjadi Rp2.750.000 per gram, sedangkan harga buyback meningkat menjadi Rp2.610.000 per gram. Spread keduanya tetap Rp140.000 per gram.
Data historis juga menunjukkan hasil investasi sangat bergantung pada harga dan waktu pembelian. Investor yang membeli emas pada periode ketika harganya lebih rendah memiliki potensi keuntungan lebih besar saat harga meningkat, sementara pembelian pada harga tinggi dapat menghadapi kerugian ketika terjadi koreksi.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat apakah harga emas sedang naik atau turun, tetapi juga memperhitungkan harga beli, harga buyback, spread, jangka waktu investasi, serta risiko perubahan harga.



















