KORELASI.CO – Promosi pariwisata Jawa Barat di pasar Malaysia membuahkan hasil positif. Selama tiga hari mengikuti MATTA Fair Kuala Lumpur 2026 pada 4-6 September 2026, Jawa Barat mencatat transaksi ekonomi sebesar RM1.103.514 atau setara Rp4.774.905.078.
Capaian tersebut diperoleh melalui kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, serta sejumlah pelaku industri pariwisata.
Dalam pameran yang berlangsung di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC) tersebut, sebanyak 94 paket wisata berhasil terjual dengan total 989 pax.
Hasil transaksi itu menjadi salah satu indikator bahwa promosi destinasi Jawa Barat di pasar internasional tidak hanya memperkenalkan potensi wisata, tetapi juga dapat menghasilkan transaksi produk pariwisata.
Kolaborasi pemerintah dan industri
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan, capaian di MATTA Fair 2026 menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku industri dalam memperluas pasar pariwisata Jawa Barat.
“Capaian ini membuktikan kuatnya dampak kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata dalam menembus pasar internasional. Ke depan, kami bersama seluruh mitra akan terus mengawal komitmen B2B serta memperkuat paket wisata terpadu, sehingga promosi di MATTA Fair dapat dikonversi menjadi peningkatan kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Jawa Barat,” ucap Kadisparbud Jabar.
Pernyataan tersebut menempatkan transaksi yang dihasilkan dalam konteks yang lebih luas. Bagi Pemprov Jabar dan pelaku industri, hasil pameran tidak berhenti pada penjualan paket wisata selama kegiatan berlangsung.
Tindak lanjut melalui hubungan bisnis atau business to business (B2B), penguatan paket wisata terpadu, serta kerja sama dengan mitra di Malaysia menjadi bagian penting agar transaksi dapat berlanjut menjadi kunjungan wisatawan secara nyata.
Dengan pendekatan tersebut, promosi internasional diarahkan tidak hanya untuk membangun eksposur destinasi, tetapi juga membuka akses pasar bagi produk wisata yang ditawarkan pelaku industri Jawa Barat.
Industri dorong kesiapan destinasi
MATTA Fair Kuala Lumpur 2026 juga menjadi ruang bagi pelaku industri pariwisata Jawa Barat untuk memperluas jaringan internasional sekaligus memahami perkembangan pasar wisata di luar negeri.
Doni Wahyudi dari Nuansa Holiday Travel menilai promosi di pasar internasional perlu diikuti kesiapan destinasi di dalam negeri. Menurutnya, wisatawan yang tertarik terhadap produk Jawa Barat harus mendapatkan pengalaman yang didukung layanan dan fasilitas memadai ketika berkunjung.
“MATTA Fair membuka peluang untuk memperluas jejaring global dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat. Setelah promosi, kita juga harus memastikan Jawa Barat siap menerima wisatawan global melalui peningkatan kualitas layanan, kesiapan amenitas, dan aksesibilitas lokal,” kata Doni.
Kesiapan tersebut mencakup kualitas layanan, amenitas, hingga aksesibilitas di destinasi. Dengan demikian, aktivitas pemasaran di luar negeri dapat berjalan beriringan dengan pembenahan pengalaman wisatawan ketika sudah berada di Jawa Barat.
Hal itu menjadi penting karena keberhasilan promosi tidak hanya diukur dari ketertarikan calon wisatawan, tetapi juga dari kemampuan destinasi memenuhi kebutuhan wisatawan setelah transaksi dan perjalanan terealisasi.
Promosi diperkuat aktivasi budaya dan ekonomi kreatif
Antusiasme pengunjung terhadap booth Jawa Barat juga terlihat selama penyelenggaraan MATTA Fair Kuala Lumpur 2026.
Promosi destinasi tidak hanya dilakukan melalui penawaran paket wisata. Jawa Barat turut memperkenalkan keragaman daerah melalui tiga aktivasi ekonomi kreatif dan tiga aktivasi budaya.
Aktivasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Jawa Barat kepada pasar Malaysia secara lebih luas. Pendekatan ini sekaligus memberikan gambaran mengenai kekayaan budaya dan ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Jawa Barat.
Kehadiran pemerintah daerah bersama pelaku industri dalam satu kegiatan juga membuka ruang untuk mempertemukan produk wisata Jawa Barat dengan jaringan usaha pariwisata di pasar Malaysia.
ASITA Jabar tekankan hasil promosi harus terukur
Ketua ASITA Jawa Barat Daniel Guna Nugraha menilai keikutsertaan industri dalam pameran pariwisata internasional perlu diarahkan pada hasil yang dapat diukur.
Salah satu caranya adalah membangun kolaborasi dengan perusahaan perjalanan lokal di Malaysia. Melalui jaringan tersebut, produk wisata Jawa Barat dapat dipasarkan lebih dekat kepada konsumen di negara asal wisatawan.
“Promosi harus berujung pada penjualan, kunjungan wisatawan, dan pertumbuhan ekonomi. Inilah semangat kami membawa Jawa Barat ke pasar internasional,” ujar Daniel.
Menurut Daniel, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menjadi kekuatan bagi pelaku industri dalam menjalankan pemasaran secara langsung di pasar internasional.
Kolaborasi tersebut sekaligus dinilai dapat memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.
Dari transaksi menuju kunjungan wisatawan
Secara keseluruhan, keikutsertaan Jawa Barat dalam MATTA Fair Kuala Lumpur 2026 menghasilkan transaksi RM1.103.514 atau setara Rp4.774.905.078.
Selain nilai transaksi, sebanyak 94 paket wisata dengan total 989 pax tercatat berhasil terjual selama tiga hari penyelenggaraan pameran.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan promosi di pasar Malaysia telah menghasilkan transaksi produk wisata. Namun, tindak lanjut menjadi tahapan penting untuk memastikan potensi transaksi tersebut berkembang menjadi kunjungan wisatawan ke Jawa Barat.
Karena itu, pemerintah daerah dan pelaku industri memiliki sejumlah pekerjaan lanjutan. Komitmen B2B, pengembangan paket wisata terpadu, serta kolaborasi dengan mitra perjalanan di Malaysia perlu terus diperkuat.
Pada saat yang sama, kesiapan destinasi juga menjadi perhatian. Peningkatan kualitas layanan, amenitas, dan aksesibilitas diperlukan agar wisatawan yang datang memperoleh pengalaman yang sesuai dengan harapan.
Dengan demikian, hasil MATTA Fair Kuala Lumpur 2026 tidak hanya dilihat dari nilai transaksi yang mencapai Rp4,77 miliar. Capaian 94 paket wisata dan 989 pax menjadi bagian dari proses untuk menghubungkan promosi di pasar internasional dengan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi pariwisata di Jawa Barat.
Bagi Jawa Barat, pasar Malaysia menjadi salah satu ruang untuk memperluas jejaring dan memperkenalkan beragam produk wisata. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil promosi tersebut memiliki tindak lanjut yang terukur hingga memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Jawa Barat. (Red)













