Pengembang RI di Australia Garap Townhouse, Ini Konsep Hunian yang Dibidik

Pengembang RI di Australia Garap Townhouse Generasi Baru

KORELASI.CO – Keterbatasan lahan dan kenaikan harga properti di Sydney, Australia, mendorong pengembang menghadirkan alternatif hunian yang nyaman dan privat. Salah satunya melalui pengembangan townhouse generasi baru oleh Capital Value International Group (CVIG), perusahaan properti Australia yang dimotori orang Indonesia.

Konsep townhouse menawarkan pilihan di antara rumah tapak konvensional dan apartemen bertingkat tinggi. Di pasar properti Australia, konsep ini dikenal sebagai missing middle housing. Istilah tersebut merujuk pada jenis hunian yang menjembatani kebutuhan konsumen di antara kedua tipe properti itu.

Melalui konsep ini, pengembang berupaya mempertahankan kenyamanan dan privasi rumah tapak sekaligus menggunakan lahan secara lebih efisien. Dengan demikian, konsumen tetap bisa menikmati hunian layaknya rumah tapak tanpa harus memiliki lahan yang luas.

CEO Capital Value International Group (CVIG), Chandra Leonardi, mengatakan preferensi pembeli properti di Sydney mulai berubah. Menurutnya, luas lahan kini bukan lagi satu-satunya tolok ukur kemewahan sebuah hunian.

“Kami melihat ada perubahan yang cukup fundamental dalam cara pasar memandang properti landed. Dulu, ukuran lahan sering menjadi indikator utama kemewahan. Namun ketika lahan semakin terbatas dan harga terus meningkat, definisi tersebut mulai bergeser. Pembeli tidak hanya mencari berapa luas tanah yang mereka miliki, tetapi apa yang bisa mereka dapatkan dari properti tersebut-berapa besar ruang yang tersedia, seberapa privat lingkungan tempat mereka tinggal, seberapa baik aksesnya, seberapa efisien bangunannya, dan bagaimana kualitas aset tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang,” ujar Chandra dalam keterangannya, dikutip detikcom pada Senin (12/10/2026).

Townhouse Utamakan Ruang dan Efisiensi

Seiring perubahan preferensi tersebut, konsumen kini semakin memperhatikan kualitas bangunan, lokasi, privasi, dan efisiensi energi. Mereka juga mempertimbangkan biaya operasional serta potensi nilai properti dalam jangka panjang.

Karena itu, pengembang mulai mengoptimalkan fungsi ruang dan kenyamanan penghuni. Pendekatan ini tidak lagi hanya mengandalkan luas tanah, tetapi juga memperhatikan kualitas desain dan pemanfaatan setiap area bangunan.

Chandra menilai konsep hunian seperti townhouse akan memainkan peran penting dalam perkembangan kawasan suburban di Sydney.

“Kami percaya, masa depan landed living di Sydney bukan berarti semua orang harus memiliki rumah dengan lahan yang sangat besar. Esensinya adalah mempertahankan pengalaman tinggal yang berkualitas-ruang yang cukup, privasi, rasa memiliki, akses yang baik, dan lingkungan yang nyaman-dengan cara yang lebih efisien terhadap lahan. Di situlah kami melihat evolusi townhouse dan hunian suburban premium akan memainkan peran yang semakin penting,” kata Chandra.

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan pengembang menghadirkan hunian yang tetap mengutamakan kualitas hidup. Selain itu, konsep ini juga menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan yang menghadapi keterbatasan lahan.

Highgrove Tawarkan Hunian Hemat Energi

Salah satu proyek yang mencerminkan pendekatan tersebut adalah Highgrove. Proyek ini menawarkan hunian dengan strata area sekitar 240–340 meter persegi untuk memenuhi kebutuhan keluarga modern.

Selain memperhatikan luas ruang, pengembang juga memilih lokasi di area cul-de-sac atau jalan buntu. Lokasi ini cenderung memiliki lalu lintas lebih rendah dibandingkan jalan utama. Dengan begitu, penghuni berpeluang menikmati lingkungan yang lebih tenang.

Highgrove juga menerapkan standar Energy Efficiency Rating 7-Star untuk mendukung efisiensi energi. Pengembang mengintegrasikan sejumlah elemen desain, mulai dari desain pasif dan pencahayaan alami hingga penggunaan skylight serta lampu hemat energi.

Selain itu, proyek ini menggunakan sistem pemanas berefisiensi tinggi. Kombinasi tersebut mendukung upaya penghematan energi sekaligus meningkatkan kenyamanan penghuni.

Tak hanya berfokus pada efisiensi energi, Highgrove juga menerapkan sistem pengelolaan air hujan. Pengembang menempatkan On-Site Detention (OSD) Tank di bawah area jalan masuk kendaraan atau driveway.

Sistem tersebut berfungsi menampung dan mengendalikan limpasan air hujan dari kawasan kompleks. Dengan demikian, pengelolaan air menjadi bagian dari perencanaan lingkungan hunian.

Alternatif Hunian di Tengah Keterbatasan Lahan

Pengembangan townhouse seperti Highgrove menunjukkan salah satu cara industri properti merespons tantangan pasar perumahan di Sydney. Kenaikan harga dan keterbatasan lahan mendorong pengembang mencari pendekatan baru dalam merancang hunian.

Di sisi lain, konsumen tetap membutuhkan ruang yang memadai, privasi, aksesibilitas, dan kenyamanan. Oleh sebab itu, townhouse berpotensi menjadi alternatif bagi keluarga yang menginginkan pengalaman tinggal di rumah tapak dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien.

Ke depan, kualitas desain, efisiensi energi, dan kenyamanan lingkungan akan menjadi aspek penting dalam pengembangan hunian perkotaan. Melalui pendekatan tersebut, pengembang berupaya menyeimbangkan kebutuhan penghuni dengan keterbatasan lahan yang semakin nyata di Sydney. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *