Hunian Murah Purwakarta Mulai Rp98 Juta, Terjual 2.000 Unit

Hunian Murah Purwakarta Mulai Rp98 Juta, Terjual 2.000 Unit

KORELASI.CO — Hunian murah Purwakarta dengan harga mulai Rp98 juta mencatat penjualan lebih dari 2.000 unit sejak proyek tersebut diperkenalkan pada akhir 2025.

Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta menjadi salah satu proyek perumahan yang menyasar kebutuhan masyarakat terhadap hunian dengan harga terjangkau.

Kawasan tersebut berada di wilayah yang terhubung dengan aktivitas industri dan ekonomi. Pengembang juga merancang HWB Purwakarta sebagai sebuah township yang dalam jangka panjang dapat menampung lebih dari 30.000 penghuni.

Proyek ini dikembangkan melalui kerja sama PT Hunian Warisan Bangsa dengan LippoLand. Pengembang juga mengaitkannya dengan Program Kemitraan UMKM LippoLand.

Hunian Murah Purwakarta Tembus Penjualan 2.000 Unit

Penjualan HWB Purwakarta menunjukkan perkembangan sejak tahap awal pemasaran.

Pada peluncuran tahap pertama pada Februari 2026, lebih dari 1.000 unit hunian dilaporkan telah terjual.

Angka tersebut kemudian bertambah hingga menembus lebih dari 2.000 unit secara keseluruhan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan proyek perumahan yang menawarkan rumah dengan harga relatif terjangkau di kawasan Purwakarta.

Pengembang tidak hanya memasarkan unit rumah, tetapi juga menyiapkan kawasan dalam konsep township. Konsep ini memungkinkan pembangunan kawasan berlangsung dengan memperhatikan kebutuhan penghuni dalam jangka panjang.

Dengan rencana kapasitas lebih dari 30.000 penghuni, HWB Purwakarta diarahkan sebagai kawasan hunian yang terintegrasi dengan aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Rumah Mulai Rp98 Juta

Salah satu daya tarik HWB Purwakarta terletak pada harga rumah yang mulai dari Rp98 juta.

Proyek tersebut menyediakan beberapa pilihan tipe hunian. Pilihannya mencakup rumah dengan satu, dua, hingga tiga kamar tidur.

Dari sisi pembiayaan, pengembang menawarkan skema cicilan mulai sekitar Rp600 ribu per bulan. Skema tersebut menggunakan angsuran flat selama 40 bulan.

Harga dan skema pembiayaan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proyek ini menyasar segmen masyarakat yang membutuhkan hunian dengan nilai pembelian lebih terjangkau.

Namun, pilihan rumah tidak hanya berkaitan dengan harga. Pengembang juga menempatkan lingkungan kawasan dan kebutuhan penghuni sebagai bagian dari konsep pengembangan.

Chief Executive Officer LippoLand David Iman Santosa mengatakan pembangunan hunian perlu melihat kehidupan masyarakat secara lebih luas.

“Penghargaan ini menjadi pengakuan penting terhadap upaya menghadirkan hunian yang terjangkau tanpa mengabaikan kelayakan dan kualitas lingkungan. Pengalaman HWB Purwakarta juga memberikan pembelajaran bahwa penyediaan hunian perlu dikembangkan bersama ekosistem kawasan dan kebutuhan masyarakat. Apa yang kami bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka. HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan,” ujar David dalam keterangan yang diterima, Rabu (23/9/2026).

HWB Purwakarta Raih Pengakuan Indonesia Property Watch

Selain mencatat penjualan lebih dari 2.000 unit, HWB Purwakarta juga memperoleh pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW) melalui Indonesia Property Record.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, IPW mencatat HWB Purwakarta sebagai Rumah Komersial (Non-Subsidi) 2 Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.

Pengakuan tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan proyek hunian murah Purwakarta tersebut.

Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda kepada Partner HWB Purwakarta Iwang Prejady.

Ali mengatakan persoalan perumahan tidak cukup dilihat dari jumlah rumah yang berhasil dibangun.

Menurutnya, aspek keterjangkauan harga dan lokasi juga menjadi bagian penting dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.

“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka. Model seperti HWB menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan yang terukur dan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat,” ujar Ali.

Lokasi Terhubung dengan Aktivitas Ekonomi

HWB Purwakarta dikembangkan di kawasan yang memiliki keterhubungan dengan aktivitas industri dan ekonomi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang mendukung konsep pengembangan kawasan. Bagi penghuni, kedekatan dengan pusat aktivitas ekonomi dapat menjadi pertimbangan ketika memilih tempat tinggal.

Konsep township yang diterapkan pengembang juga membuat proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah.

Kawasan hunian dirancang untuk menampung kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Dengan kapasitas yang diproyeksikan mencapai lebih dari 30.000 penghuni, pengembangan kawasan membutuhkan perencanaan yang tidak hanya mempertimbangkan jumlah unit.

Aspek lingkungan, fasilitas kawasan, akses, dan kebutuhan komunitas juga menjadi bagian dari konsep tersebut.

Hunian Terjangkau Jadi Perhatian Sektor Properti

Perkembangan HWB Purwakarta menunjukkan bahwa segmen hunian dengan harga terjangkau tetap menjadi bagian penting dalam pasar properti.

Kebutuhan rumah tidak hanya muncul dari kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi. Sebagian masyarakat juga mencari rumah dengan harga yang lebih sesuai dengan kemampuan pembiayaan mereka.

Karena itu, harga jual, skema cicilan, lokasi, serta kualitas lingkungan menjadi beberapa pertimbangan dalam memilih rumah.

Dalam konteks tersebut, proyek seperti HWB Purwakarta menawarkan pendekatan yang menggabungkan harga rumah dengan pengembangan kawasan.

Meski demikian, angka penjualan dan predikat yang disampaikan dalam bahan berita tetap perlu dipahami berdasarkan data dan periode yang digunakan oleh masing-masing pihak.

HWB Purwakarta dan Konsep Pengembangan Kawasan

Pengembangan HWB Purwakarta tidak berhenti pada pemasaran unit rumah. Pengembang membawa konsep kawasan yang dapat berkembang seiring bertambahnya jumlah penghuni.

Kapasitas lebih dari 30.000 penghuni menunjukkan skala pengembangan yang cukup besar. Karena itu, keberadaan lingkungan pendukung menjadi bagian penting dari keberlanjutan kawasan.

David menekankan bahwa rumah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik.

Menurutnya, hunian juga menjadi tempat keluarga menjalani kehidupan dan membangun masa depan. Pandangan tersebut menjadi dasar pengembangan HWB Purwakarta sebagai kawasan hunian yang mengedepankan komunitas.

Dengan konsep tersebut, pengembang berupaya menggabungkan aspek keterjangkauan, kualitas lingkungan, serta kebutuhan masyarakat dalam satu kawasan.

Penjualan 2.000 Unit Jadi Catatan Proyek

Dengan penjualan lebih dari 2.000 unit, HWB Purwakarta mencatat perkembangan sejak diperkenalkan pada akhir 2025.

Pada tahap pertama peluncuran Februari 2026 saja, penjualan telah melampaui 1.000 unit. Selanjutnya, total penjualan yang disampaikan dalam bahan berita meningkat menjadi lebih dari 2.000 unit.

Harga rumah mulai Rp98 juta menjadi salah satu informasi utama yang melekat pada proyek tersebut. Pilihan satu, dua, dan tiga kamar tidur memberikan variasi bagi calon pembeli.

Sementara itu, skema cicilan mulai sekitar Rp600 ribu per bulan dengan angsuran flat selama 40 bulan menjadi bagian dari penawaran pembiayaan yang disampaikan pengembang.

Pada sisi lain, pengakuan dari Indonesia Property Watch menambah catatan bagi HWB Purwakarta. IPW menyoroti proyek tersebut dalam kategori rumah komersial non-subsidi dua lantai dengan harga paling terjangkau berdasarkan Indonesia Property Record.

Dengan harga mulai Rp98 juta, penjualan lebih dari 2.000 unit, serta konsep township yang diproyeksikan menampung lebih dari 30.000 penghuni, h ini menjadi salah satu proyek perumahan yang berkembang di kawasan Purwakarta. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *