KORELASI.CO – Pengembangan motor listrik lokal di Indonesia terus memasuki tahap baru. Pemerintah tidak hanya mendorong masyarakat menggunakan kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat industri kendaraan listrik dengan basis produksi di dalam negeri.
Langkah tersebut membuka peluang bagi produsen nasional. Namun, pelaku industri harus menghadapi persaingan dari berbagai aspek, mulai dari harga, teknologi, kualitas kendaraan, baterai, hingga layanan purnajual.
Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian ialah peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri nasional meningkatkan penggunaan komponen produksi dalam negeri pada kendaraan listrik.
Pada 2026, Kemenperin juga mempertemukan industri kecil dan menengah (IKM) komponen dengan pelaku industri kendaraan listrik. Upaya tersebut bertujuan memperluas keterlibatan produk lokal dalam rantai pasok kendaraan listrik.
Motor Listrik Lokal Punya Peluang dari Besarnya Pasar
Indonesia memiliki pasar sepeda motor yang besar. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor domestik pada 2025 mencapai 6.412.769 unit.
Angka tersebut meningkat 1,3 persen dibandingkan penjualan pada 2024. Besarnya pasar ini menjadi salah satu peluang bagi produsen motor listrik untuk memperluas basis pengguna di Indonesia.
Namun, motor listrik harus berhadapan dengan kendaraan roda dua berbahan bakar bensin yang telah memiliki ekosistem kuat.
Masyarakat sudah terbiasa dengan jaringan bengkel, ketersediaan suku cadang, akses bahan bakar, serta teknologi motor konvensional. Ekosistem tersebut terbentuk selama puluhan tahun dan menjadi salah satu tantangan bagi pemain baru di pasar kendaraan listrik.
Karena itu, produsen motor listrik lokal tidak cukup hanya menawarkan kendaraan dengan harga kompetitif.
Produk juga perlu menjawab kebutuhan mobilitas harian masyarakat. Faktor kenyamanan, jarak tempuh, kemudahan pengisian daya, perawatan, serta ketersediaan layanan menjadi bagian penting dalam keputusan konsumen.
TKDN Dorong Penguatan Industri Dalam Negeri
Peningkatan TKDN menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah mendorong agar produksi kendaraan listrik memberikan manfaat lebih besar kepada industri dalam negeri. Salah satunya melalui peningkatan penggunaan komponen lokal.
Kemenperin sebelumnya mencatat sejumlah perusahaan kendaraan listrik roda dua memiliki nilai TKDN sekitar 26,73 persen hingga 53,69 persen.
Pada saat yang sama, pemerintah mendorong IKM komponen masuk ke dalam rantai pasok kendaraan listrik. Langkah tersebut dapat membuka peluang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi dan penguasaan teknologi.
Produksi kendaraan listrik di Indonesia juga tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh teknologi telah dikuasai industri nasional.
Karena itu, pengembangan komponen lokal menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan industri. Semakin banyak komponen yang dapat diproduksi di dalam negeri, semakin besar pula peluang industri nasional memperkuat rantai pasok kendaraan listrik.
Harga dan Efisiensi Pengaruhi Pilihan Konsumen
Harga pembelian masih menjadi salah satu pertimbangan masyarakat ketika memilih kendaraan listrik.
Penelitian Angela Dianita Murtiningrum, Agus Darmawan, dan Hartanto Wong mengenai persepsi masyarakat Indonesia menunjukkan adanya hubungan positif antara manfaat ekonomi dan lingkungan, persepsi terhadap kendaraan listrik, serta kebijakan insentif dengan sikap masyarakat terhadap penggunaan motor listrik.
Selain harga pembelian, biaya penggunaan dalam jangka panjang juga menjadi perhatian.
Studi terhadap pengguna motor listrik di Jakarta menemukan bahwa sebagian konsumen mempertimbangkan penghematan biaya sebagai salah satu alasan menggunakan kendaraan listrik.
Dengan demikian, daya tarik motor listrik tidak hanya ditentukan oleh harga awal kendaraan.
Konsumen juga dapat mempertimbangkan biaya pengisian daya, perawatan, serta efisiensi penggunaan dalam jangka panjang. Faktor-faktor tersebut turut menentukan nilai ekonomis kendaraan bagi pengguna.
Baterai Menjadi Bagian Penting Motor Listrik
Selain harga, baterai menjadi salah satu komponen utama yang memengaruhi pengalaman pengguna motor listrik.
Konsumen membutuhkan kendaraan dengan jarak tempuh yang sesuai kebutuhan. Mereka juga membutuhkan metode pengisian yang praktis dan layanan pendukung yang mudah diakses.
Kepastian mengenai ketersediaan baterai dan layanan setelah pembelian turut menjadi pertimbangan. Konsumen tentu membutuhkan kepastian ketika kendaraan mengalami masalah atau ketika komponen baterai memerlukan penggantian maupun perawatan.
Penelitian mengenai preferensi konsumen di Indonesia dan Malaysia menunjukkan bahwa jarak tempuh, metode pengisian, harga, serta ketersediaan infrastruktur menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pilihan terhadap motor listrik.
Karena itu, produsen perlu melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari sebuah ekosistem. Produk yang kompetitif membutuhkan dukungan layanan purnajual, suku cadang, teknisi, serta infrastruktur yang memadai.
Ekosistem Menentukan Daya Saing Motor Listrik Lokal
Persaingan motor listrik lokal tidak hanya berlangsung pada desain atau harga kendaraan.
Produsen juga perlu membangun kepercayaan konsumen melalui kualitas produk dan layanan setelah pembelian. Ketersediaan suku cadang serta jaringan servis dapat menjadi faktor penting ketika masyarakat menentukan pilihan kendaraan.
Di sisi industri, peningkatan TKDN membuka ruang bagi perusahaan nasional dan IKM komponen untuk mengambil bagian dalam rantai pasok.
Peluang tersebut semakin terbuka seiring dukungan kebijakan pemerintah dan besarnya pasar sepeda motor Indonesia. Namun, industri tetap perlu meningkatkan kemampuan teknologi, kualitas komponen, efisiensi biaya, serta kapasitas produksi.
Pada akhirnya, perkembangan kendaraan listrik nasional tidak hanya dapat dilihat dari jumlah unit yang terjual.
Kemampuan industri Indonesia membangun rantai pasok, meningkatkan penggunaan komponen lokal, menguasai teknologi, dan menyediakan layanan yang berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam menentukan perkembangan industri kendaraan listrik.
Dengan fondasi tersebut, motor listrik lokal memiliki peluang untuk berkembang di pasar Indonesia. Namun, keberlanjutan pertumbuhannya akan sangat berkaitan dengan kemampuan produsen menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan konsumen sekaligus memperkuat industri pendukung di dalam negeri. (Red)


















