KORELASI.CO- Menerima gaji pertama menjadi salah satu momen yang berkesan bagi seseorang yang baru memasuki dunia kerja. Setelah sebelumnya mengandalkan uang saku atau sumber pemasukan lain, kini ada penghasilan rutin yang perlu dikelola secara mandiri.
Keinginan menggunakan gaji pertama untuk membeli barang yang sudah lama diinginkan, makan di restoran favorit, atau menikmati hasil kerja keras merupakan hal yang wajar. Namun, gaji pertama juga dapat menjadi momentum untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih terencana.
Dikutip dari Investopedia, salah satu langkah awal dalam mengelola gaji adalah memahami jumlah penghasilan yang benar-benar dapat digunakan. Seluruh nominal gaji tidak serta-merta menjadi uang yang dapat dibelanjakan.
Kenali Jumlah Gaji Bersih yang Diterima
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah perbedaan antara gaji kotor dan gaji bersih atau take-home pay. Gaji bersih merupakan jumlah uang yang diterima setelah berbagai potongan.
Bagi pekerja yang baru mendapatkan penghasilan pertama, memahami jumlah tersebut penting sebelum menentukan anggaran bulanan. Nominal gaji yang tercantum dalam penawaran pekerjaan belum tentu sama dengan jumlah uang yang akhirnya masuk ke rekening.
Penasihat keuangan Brittany Brinckerhoff mengatakan pekerja muda dapat merasa terkejut ketika mengetahui besaran gaji bersih yang diterima.
Berbagai potongan dapat membuat jumlah yang diterima lebih kecil dibandingkan nominal penghasilan yang sebelumnya dibayangkan. Karena itu, pekerja sebaiknya memeriksa slip gaji dan mengetahui jumlah take-home pay sebelum menentukan alokasi untuk kebutuhan, hiburan, maupun tabungan.
Sisihkan Tabungan Sejak Gaji Diterima
Setelah mengetahui jumlah penghasilan bersih, langkah berikutnya adalah membuat anggaran. Anggaran tidak hanya perlu mencakup kebutuhan rutin, tetapi juga tabungan dan pengeluaran untuk rekreasi atau hiburan.
Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah memisahkan uang tabungan segera setelah gaji masuk. Brinckerhoff menyarankan agar sebagian penghasilan secara otomatis dialihkan ke rekening tabungan.
Dengan cara tersebut, uang yang ditujukan untuk tabungan tidak bercampur dengan dana untuk kebutuhan sehari-hari. Pekerja juga tidak perlu menunggu hingga akhir bulan untuk melihat apakah masih ada uang yang tersisa.
Prinsipnya adalah menabung terlebih dahulu setelah menerima gaji, kemudian menggunakan dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Atur Penghasilan dengan Metode 50/30/20
Pekerja yang masih bingung membagi gaji dapat menggunakan metode anggaran 50/30/20 sebagai salah satu acuan.
Perencana keuangan Easton Price menjelaskan bahwa metode tersebut membagi pendapatan menjadi tiga bagian. Sebanyak 50 persen digunakan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen dialokasikan untuk masa depan.
Kebutuhan pokok dapat mencakup makanan, sewa atau cicilan rumah, tagihan listrik, serta pengeluaran wajib lainnya. Sementara itu, bagian untuk keinginan dapat digunakan untuk hiburan, makan di luar, perjalanan, maupun pengeluaran yang tidak mendesak.
Adapun 20 persen untuk masa depan dapat dialokasikan ke tabungan atau tujuan keuangan jangka panjang.
Metode 50/30/20 tidak harus diterapkan secara kaku. Kondisi keuangan setiap orang berbeda, termasuk biaya hidup dan tanggungan yang dimiliki. Hal terpenting adalah setiap bagian dari penghasilan memiliki tujuan yang jelas.
Mulai Siapkan Dana Darurat
Selain menabung, pekerja yang baru memperoleh penghasilan juga dapat mulai membangun dana darurat.
Dalam bahan yang diberikan, dana darurat disebut dapat disiapkan untuk mencukupi kebutuhan hidup selama tiga hingga enam bulan. Dana tersebut dapat digunakan ketika muncul pengeluaran tidak terduga, seperti perbaikan kendaraan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Bagi seseorang yang baru mulai bekerja, mengumpulkan dana sebesar tiga hingga enam bulan biaya hidup mungkin membutuhkan waktu. Karena itu, dana darurat dapat dibangun secara bertahap dengan memasukkannya sebagai salah satu pos dalam anggaran bulanan.
Penting pula membedakan dana darurat dengan tabungan untuk tujuan tertentu. Uang yang disiapkan untuk membeli barang, bepergian, atau hiburan memiliki fungsi berbeda dengan dana yang khusus disiapkan untuk menghadapi keadaan tidak terduga.
Jika Punya Utang, Prioritaskan Bunga Tinggi
Gaji pertama juga dapat dimanfaatkan untuk mulai mengendalikan utang, terutama utang dengan tingkat bunga tinggi.
Penasihat keuangan fidusia Said Israilov menyarankan seseorang yang memiliki saldo kartu kredit besar dengan bunga dua digit untuk menggunakan sebagian penghasilannya guna mengurangi saldo tersebut.
Jika memiliki beberapa utang sekaligus, salah satu strategi yang dapat digunakan adalah metode debt avalanche. Dalam metode ini, pembayaran minimum tetap dilakukan pada seluruh utang, sedangkan dana tambahan diprioritaskan untuk utang dengan tingkat bunga paling tinggi.
Setelah utang dengan bunga tertinggi dilunasi, dana tambahan tersebut dapat dialihkan untuk membayar utang berikutnya dengan tingkat bunga tinggi.
Jangan Terburu-buru Berinvestasi
Investasi dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Namun, pekerja perlu mempertimbangkan kebutuhan rutin, tabungan, dana darurat, serta utang berbunga tinggi sebelum mengalokasikan penghasilan untuk investasi.
Perencana keuangan Gregory Furer mengatakan salah satu keuntungan memulai investasi sejak usia muda adalah adanya waktu yang panjang untuk mengembangkan dana melalui pertumbuhan majemuk atau compound growth.
Semakin panjang periode investasi, semakin banyak waktu yang tersedia bagi hasil investasi untuk kembali menghasilkan pertumbuhan. Karena itu, investasi dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari tujuan keuangan jangka panjang setelah kondisi keuangan dasar mulai tertata.
Gaji Pertama Tidak Harus Langsung Dihabiskan
Mendapatkan gaji pertama merupakan pencapaian yang patut dirayakan. Namun, seluruh penghasilan tidak harus langsung digunakan untuk memenuhi berbagai keinginan.
Pengelolaan gaji dapat dimulai dengan mengetahui jumlah gaji bersih, menyusun anggaran, menyisihkan uang untuk tabungan, serta membangun dana darurat. Jika memiliki utang dengan bunga tinggi, pelunasannya juga dapat menjadi salah satu prioritas.
Setelah kondisi keuangan lebih terkendali, sebagian penghasilan dapat diarahkan untuk tujuan jangka panjang, termasuk investasi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Dengan pengelolaan tersebut, gaji pertama tidak hanya menjadi uang yang masuk ke rekening kemudian habis dalam satu bulan. Penghasilan pertama dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan finansial yang lebih terencana.
Menikmati hasil kerja tetap dapat dilakukan. Namun, sebagian penghasilan juga sebaiknya disiapkan untuk kebutuhan yang mungkin muncul di masa mendatang. (Red)



















