KORELASI.CO-Pasar modal menjadi salah satu alternatif investasi yang dapat dipertimbangkan masyarakat selain emas dan properti.
Tidak hanya memberikan peluang bagi investor untuk mengembangkan dana, pasar modal juga memiliki peran dalam mendukung kebutuhan permodalan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Secara sederhana, pasar modal merupakan wadah yang mencakup kegiatan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang menerbitkan efek, serta lembaga dan profesi pendukung yang terlibat di dalamnya.
Ekonom Bruce Lliyd menyebut pasar modal sebagai jembatan yang mempertemukan investor dengan perusahaan maupun instansi pemerintah melalui perdagangan instrumen investasi jangka panjang, seperti saham dan obligasi.
Sejarah Pasar Modal di Indonesia
Aktivitas perdagangan efek di Indonesia telah berlangsung sejak era kolonial. Kegiatan jual-beli efek disebut sudah terjadi sejak 1880-an, meski ketika itu belum terdapat organisasi resmi yang menaunginya sehingga catatan mengenai aktivitas tersebut belum lengkap.
Cikal bakal kelembagaan pasar modal kemudian muncul pada 1878 melalui Dunlop & Koff, yang disebut kemudian menjadi PT Perdanas.
Perkembangan berikutnya terjadi pada 14 Desember 1912. Pada tanggal tersebut, Amsterdamse Effectenbueurs secara resmi membuka cabang bursa efek pertama di Hindia Belanda yang berlokasi di Batavia.
Bursa tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia yang telah memiliki aktivitas bursa efek pada masa tersebut, setelah Bombay, Hong Kong, dan Tokyo.
Pendirian bursa tidak terlepas dari kebutuhan modal pemerintah kolonial Belanda untuk membiayai pembangunan perkebunan dalam skala besar pada awal abad ke-20.
Dana tersebut antara lain berasal dari tabungan warga Eropa dan Belanda berpenghasilan tinggi. Dari perkembangan tersebut kemudian muncul Vereniging voor de Effectenhandel atau Asosiasi Perdagangan Efek yang memperjualbelikan saham dan obligasi di Batavia.
Peran Pasar Modal bagi Perekonomian
Pasar modal tidak hanya berkaitan dengan aktivitas investasi. Keberadaannya juga memiliki sejumlah fungsi bagi dunia usaha dan perekonomian.
Salah satunya sebagai sumber permodalan. Perusahaan dapat menghimpun dana dengan menawarkan saham kepada masyarakat, lembaga maupun pemerintah.
Pasar modal juga dapat menjadi sarana pemerataan pendapatan. Investor yang memiliki saham berkesempatan memperoleh dividen dari keuntungan perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tambahan modal yang diperoleh perusahaan melalui pasar modal juga dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Perkembangan aktivitas usaha selanjutnya dapat mendorong munculnya industri dan lapangan pekerjaan baru.
Selain itu, aktivitas di pasar modal turut berkaitan dengan penerimaan negara melalui pajak, termasuk pajak atas dividen. Pergerakan aktivitas perdagangan di bursa juga kerap digunakan sebagai salah satu indikator yang mencerminkan kondisi kegiatan bisnis dan ekonomi.
Mengenal Instrumen Investasi di Pasar Modal
Pasar modal menyediakan berbagai instrumen yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan karakteristik investasi.
Saham merupakan bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Pemegang saham memiliki hak atas dividen sesuai ketentuan dan kinerja perusahaan.
Reksadana merupakan wadah penghimpunan dana dari sejumlah investor yang kemudian dikelola oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrumen, seperti pasar uang, obligasi maupun saham.
Obligasi merupakan surat utang yang dapat dipindahtangankan. Pemegang obligasi memperoleh hak atas pembayaran bunga atau kupon serta pelunasan pokok pada waktu yang telah disepakati.
Sementara itu, Exchange Traded Fund (ETF) memiliki karakteristik yang menyerupai reksadana, tetapi unitnya dapat diperjualbelikan di bursa seperti saham.
Ada pula derivatif, yakni instrumen yang nilainya berkaitan dengan instrumen dasar tertentu. Dalam bahan ini, derivatif di pasar modal Indonesia disebut mencakup warrant dan right.
Manfaat Pasar Modal bagi Emiten dan Investor
Bagi emiten, pasar modal menyediakan alternatif untuk memperoleh pendanaan dalam jumlah besar. Dana yang dihimpun dapat diperoleh sekaligus dan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan dibandingkan pembiayaan yang memiliki ketentuan perjanjian tertentu.
Pendanaan melalui pasar modal juga dapat membantu meningkatkan solvabilitas perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan dari perbankan.
Bagi investor, pasar modal memberikan peluang untuk mengembangkan nilai investasi seiring dengan perkembangan perusahaan dan kondisi ekonomi. Salah satu bentuk keuntungan yang dapat diperoleh adalah capital gain ketika harga saham mengalami kenaikan.
Selain capital gain, investor juga dapat memperoleh dividen atau bunga sesuai jenis instrumen yang dimiliki. Keberadaan berbagai instrumen juga memungkinkan investor melakukan diversifikasi untuk menyebarkan dana ke beberapa jenis investasi.
Obligasi sebagai Salah Satu Pilihan Investasi
Obligasi menjadi salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan oleh masyarakat yang baru mengenal investasi di pasar modal.
Obligasi pada dasarnya merupakan surat pernyataan utang yang dapat diterbitkan oleh pemerintah maupun korporasi. Jangka waktu jatuh temponya bervariasi, mulai dari satu hingga sepuluh tahun berdasarkan jenis dan ketentuan penerbitannya.
Pemegang obligasi umumnya memperoleh kupon atau bunga secara berkala. Karakteristik tersebut membuat obligasi dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang menginginkan pendapatan berkala dari investasinya.
Layanan investasi obligasi juga telah tersedia melalui sejumlah lembaga keuangan, termasuk perbankan. Transaksi dapat dilakukan secara daring, sementara pencatatan kepemilikan dilakukan melalui bank kustodian sesuai mekanisme yang berlaku.
Pada akhirnya, pasar modal menawarkan beragam instrumen dengan karakteristik yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan, dan pertimbangan risiko masing-masing investor.(Red)



















