KORELASI.CO – Penggunaan handphone (HP) saat ini sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Perangkat tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, belajar, bermain game, menonton konten, hingga membantu mencari informasi dan resep.
Intensitas penggunaan yang tinggi dapat membuat HP terasa panas. Meski begitu, kondisi tersebut tidak selalu terjadi karena HP digunakan dalam waktu lama. Banyaknya aplikasi yang aktif, gangguan perangkat lunak, malware, paparan sinar matahari, hingga masalah pada charger juga dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Karena itu, ketika HP terasa lebih panas dari biasanya, pengguna sebaiknya mengetahui kemungkinan penyebabnya terlebih dahulu. Dengan begitu, langkah penanganan yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kondisi perangkat.
Penyebab HP Cepat Panas
Berdasarkan bahan yang mengutip AVG, HP dapat mengalami panas berlebih karena terlalu sering digunakan atau terdapat banyak aplikasi yang aktif secara bersamaan. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan malware, perangkat lunak yang mengalami gangguan, maupun paparan sinar matahari secara langsung.
Sumber panas pada HP dapat berasal dari beberapa bagian perangkat. Layar, misalnya, dapat menghasilkan panas ketika digunakan, sedangkan baterai juga menjadi salah satu komponen yang dapat terasa panas selama perangkat beroperasi.
Sebagian besar HP menggunakan baterai berbasis lithium-ion. Dalam bahan yang tersedia, jenis baterai tersebut disebut dapat menjadi panas apabila digunakan secara berlebihan.
Selain penggunaan perangkat, proses pengisian daya juga perlu diperhatikan. Kabel charger yang rusak atau mengalami masalah disebut dapat membuat HP menjadi panas ketika sedang diisi daya.
Cara Mengatasi HP Cepat Panas
Ketika HP mulai terasa panas, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban perangkat. Berikut cara yang tercantum dalam bahan:
1. Gunakan Charger yang Sesuai
Penggunaan charger palsu atau charger yang tidak sesuai secara terus-menerus disebut dapat membuat HP lebih mudah panas. Karena itu, pengguna disarankan menggunakan charger asli yang sesuai dengan perangkat.
Meski harga charger asli bisa lebih mahal, penggunaan aksesori yang sesuai dinilai lebih baik dibandingkan menggunakan charger yang kualitas dan keamanannya tidak jelas.
2. Nonaktifkan Bluetooth dan GPS Jika Tidak Diperlukan
Bluetooth dan GPS dapat menggunakan daya ketika fitur tersebut aktif. Jika sedang tidak dibutuhkan, pengguna dapat menonaktifkannya untuk membantu mengurangi penggunaan daya pada HP.
Cara ini juga dapat diterapkan ketika perangkat mulai terasa panas dan kedua fitur tersebut memang tidak sedang digunakan.
3. Batasi Aplikasi yang Berjalan Bersamaan
Menjalankan banyak aplikasi dalam waktu bersamaan dapat meningkatkan beban kerja perangkat. Sejumlah aplikasi juga membutuhkan daya lebih besar sehingga dapat membuat HP bekerja lebih berat.
Untuk mengurangi beban tersebut, pengguna dapat menutup aplikasi yang sudah tidak digunakan. Langkah ini terutama dapat dilakukan pada aplikasi yang tidak diperlukan dalam aktivitas saat itu.
4. Bersihkan Cache Secara Berkala
Cache merupakan file sementara yang digunakan aplikasi untuk membantu proses pemuatan data. Dalam bahan yang tersedia, membersihkan cache secara berkala disebut sebagai salah satu langkah yang dapat dilakukan ketika HP mengalami masalah kinerja.
Meski demikian, efektivitas penghapusan cache dapat berbeda pada setiap perangkat. Karena itu, pengguna sebaiknya menyesuaikan tindakan tersebut dengan kondisi HP dan tidak menjadikannya sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi panas berlebih.
5. Beri Jeda Setelah Menggunakan HP
Pemakaian HP tanpa jeda, khususnya untuk aktivitas seperti bermain game dan streaming, dapat membuat perangkat bekerja dalam waktu lama. Ketika HP mulai terasa panas, pengguna dapat menghentikan pemakaian untuk sementara.
Bahan yang tersedia menyarankan perangkat diberi waktu istirahat setelah digunakan untuk aktivitas berat. Tujuannya agar HP memiliki waktu untuk kembali ke kondisi normal sebelum digunakan kembali.
6. Gunakan Aplikasi untuk Memantau Suhu
Bahan juga mencantumkan sejumlah aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau kondisi suhu HP, seperti CPU Cooler, Cooler Master, Cooling Master, Device Cooler, dan Battery Doctor.
Aplikasi tersebut disebut dapat memantau suhu perangkat secara real time dan memberikan peringatan ketika suhu HP terlalu tinggi. Dengan pemantauan tersebut, pengguna dapat mengetahui kondisi perangkat dan mempertimbangkan untuk menghentikan penggunaan sementara.
7. Hindari Menggunakan HP Saat Sedang Diisi Daya
Menggunakan HP ketika sedang melakukan pengisian daya dapat membuat perangkat menjadi semakin panas. Karena itu, pengguna disarankan menunggu hingga proses pengisian berlangsung sebelum kembali menggunakan perangkat.
Bahan juga menyebutkan bahwa sejumlah HP telah dibekali fitur fast charging. Dengan fitur tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan daya baterai dapat menjadi lebih singkat.
8. Perbarui Aplikasi dan Sistem Operasi
Jika HP tiba-tiba terasa panas tanpa alasan yang jelas, pengguna dapat memeriksa aplikasi yang baru saja dipasang. Dalam bahan, beberapa aplikasi disebut dapat menyebabkan perangkat mengalami panas berlebih.
Untuk mengantisipasinya, pengguna dapat memperbarui aplikasi secara berkala. Sistem operasi HP juga perlu diperbarui untuk mendukung kinerja dan keamanan perangkat.
Kapan HP Perlu Dibawa ke Tempat Servis?
Apabila berbagai langkah penanganan sudah dilakukan tetapi HP masih mengalami panas berlebih, pengguna dapat mempertimbangkan untuk memeriksakan perangkat ke tempat servis.
Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu mengetahui penyebab masalah yang membuat HP terus terasa panas. Sebelum memutuskan mengganti perangkat, pengguna dapat terlebih dahulu memastikan kondisi HP melalui pemeriksaan teknis.
HP cepat panas dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, mulai dari penggunaan yang terlalu intensif, banyaknya aplikasi yang aktif, masalah perangkat lunak, hingga charger yang bermasalah.
Sejumlah langkah dapat dilakukan pengguna untuk mengurangi beban perangkat, seperti menutup aplikasi yang tidak diperlukan, menonaktifkan Bluetooth dan GPS saat tidak digunakan, memberikan jeda setelah pemakaian berat, serta menghindari penggunaan HP ketika sedang mengisi daya.
Pengguna juga dapat memastikan aplikasi dan sistem operasi diperbarui secara berkala. Jika HP tetap mengalami panas berlebih setelah berbagai langkah tersebut dilakukan, pemeriksaan di tempat servis dapat dipertimbangkan untuk mengetahui penyebabnya secara lebih lanjut. (Red)

