Site icon Korelasi.co

Edge Computing: Cara Kerja, Manfaat, dan Perbedaannya dengan Cloud Computing

KORELASI.CO – Edge computing semakin relevan seiring pertumbuhan perangkat yang menghasilkan data secara terus-menerus. Sensor Internet of Things (IoT), kamera pintar, mesin industri, perangkat kesehatan, hingga sistem otomatisasi membutuhkan pengolahan informasi yang cepat, terutama untuk aplikasi yang menuntut respons hampir secara real-time.

Berbeda dari model komputasi yang mengirim seluruh data ke pusat data atau cloud, edge computing memindahkan sebagian kemampuan pemrosesan ke lokasi yang lebih dekat dengan sumber data. Menurut National Institute of Standards and Technology (NIST), pendekatan ini menempatkan sumber daya komputasi dan penyimpanan di dekat lokasi data dihasilkan untuk membantu mengurangi latensi, meningkatkan efisiensi jaringan, dan mempercepat pengambilan keputusan.

Pendekatan tersebut membuat edge computing tidak harus dipandang sebagai pengganti cloud. Keduanya dapat digunakan bersama, dengan edge menangani kebutuhan pemrosesan cepat di lapangan dan cloud mendukung penyimpanan serta pengolahan data yang lebih kompleks.

Apa Itu Edge Computing?

Secara sederhana, edge computing merupakan model komputasi yang memproses data sedekat mungkin dengan tempat data tersebut dibuat atau digunakan. Dengan cara ini, data tidak selalu harus dikirim terlebih dahulu ke pusat data atau cloud sebelum diproses.

Infrastruktur edge dapat berbentuk edge server, gateway IoT, mikro data center, maupun perangkat komputasi khusus yang ditempatkan di lingkungan operasional. Ketika perangkat seperti sensor, kamera, atau mesin menghasilkan informasi, sebagian proses dapat dilakukan langsung melalui infrastruktur tersebut.

Contohnya dapat dilihat pada kamera keamanan yang menggunakan kecerdasan buatan. Kamera dapat melakukan analisis terhadap objek atau aktivitas tertentu di lokasi tanpa harus mengirim seluruh rekaman video ke cloud. Selain mempercepat respons, cara tersebut dapat mengurangi jumlah data yang harus melewati jaringan.

Mengapa Edge Computing Semakin Dibutuhkan?

Pertumbuhan transformasi digital membuat kebutuhan terhadap pengolahan data cepat ikut meningkat. Bahan yang diberikan mengaitkan perkembangan tersebut dengan penggunaan IoT, kecerdasan buatan, analitik data, dan berbagai layanan digital yang membutuhkan ketersediaan informasi secara real-time.

Persoalan lain muncul dari semakin banyaknya perangkat yang terkoneksi ke internet. Tidak seluruh data yang dihasilkan perangkat harus dikirim ke cloud untuk diproses. Jika seluruh informasi dikirim ke pusat data, lalu lintas jaringan dapat meningkat dan proses pengambilan keputusan berpotensi menjadi lebih lambat.

Edge computing menawarkan pendekatan berbeda dengan membawa sebagian kemampuan komputasi lebih dekat ke lokasi data dihasilkan. Dengan demikian, sistem dapat mengolah informasi yang dibutuhkan tanpa selalu bergantung pada pemrosesan terpusat.

Bagaimana Edge Computing Bekerja?

Alur edge computing dimulai ketika perangkat seperti sensor, kamera, atau mesin menghasilkan data. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke perangkat edge yang berada di lokasi terdekat.

Perangkat edge dapat melakukan analisis, penyaringan, atau pengolahan sesuai kebutuhan aplikasi. Setelah itu, data yang dianggap penting atau hasil analisisnya dapat dikirim ke cloud maupun pusat data untuk kebutuhan penyimpanan jangka panjang, pelaporan, atau analisis lanjutan.

Model seperti ini mengurangi jumlah informasi yang harus dikirim melalui jaringan. Pada saat yang sama, sistem dapat merespons kondisi di lapangan dengan lebih cepat karena sebagian pemrosesan dilakukan di dekat sumber data.

Komponen dalam Arsitektur Edge Computing

Arsitektur edge computing terdiri dari beberapa bagian yang saling berkaitan. Sensor IoT, kamera, dan mesin industri berfungsi sebagai sumber data. Informasi dari perangkat tersebut kemudian diproses melalui infrastruktur edge yang bertindak sebagai pusat komputasi lokal.

Jaringan menjadi penghubung antara perangkat edge dan sistem lain dalam organisasi. Setelah pemrosesan lokal selesai, data tertentu dapat diteruskan menuju cloud atau data center untuk kebutuhan penyimpanan dan analisis yang membutuhkan kemampuan komputasi lebih besar.

Karena itu, implementasi edge computing tetap membutuhkan ekosistem infrastruktur digital yang memadai. Konektivitas, cloud, pusat data, dan keamanan siber menjadi bagian penting untuk membangun sistem yang cepat, aman, dan andal.

Manfaat Edge Computing

Mengurangi Latensi

Pemrosesan yang dilakukan dekat dengan sumber data dapat memangkas waktu yang diperlukan untuk mengirim informasi ke pusat data dan menerima hasilnya kembali. Kemampuan ini penting untuk aplikasi yang membutuhkan respons cepat, termasuk otomasi industri, kendaraan pintar, dan sistem keamanan.

Mempercepat Pengambilan Keputusan

Karena sebagian proses dilakukan secara lokal, sistem dapat memberikan respons tanpa harus selalu menunggu pemrosesan dari pusat data yang lokasinya lebih jauh. Hal ini membantu organisasi merespons perubahan kondisi operasional dengan lebih cepat.

Mengurangi Beban Bandwidth

Edge computing memungkinkan data disaring sebelum dikirim ke cloud. Informasi yang tidak diperlukan secara langsung tidak harus seluruhnya ditransmisikan sehingga penggunaan bandwidth dapat ditekan dan efisiensi jaringan meningkat.

Membantu Operasional di Area dengan Koneksi Terbatas

Keuntungan lain muncul pada lokasi yang memiliki keterbatasan konektivitas, seperti pertambangan, perkebunan, energi, dan manufaktur. Karena proses utama dapat dilakukan secara lokal, sistem tetap dapat berfungsi ketika koneksi menuju cloud mengalami gangguan sementara.

Mendukung Keamanan dan Privasi Data

Tidak semua data sensitif harus melewati jaringan publik. Pemrosesan yang dilakukan lebih dekat dengan sumber data dapat mengurangi paparan informasi selama proses transmisi sekaligus memberi organisasi kontrol lebih besar terhadap cara data diproses dan disimpan.

Edge Computing vs Cloud Computing

Edge computing dan cloud computing memiliki peran yang berbeda. Cloud computing mengandalkan pusat data terpusat dengan kapasitas komputasi besar. Model ini sesuai untuk penyimpanan jangka panjang, pencadangan data, analisis dalam skala besar, dan aplikasi yang membutuhkan sumber daya komputasi tinggi.

Sebaliknya, edge computing menempatkan kemampuan pemrosesan lebih dekat dengan pengguna atau perangkat yang menghasilkan data. Prioritasnya adalah mengurangi latensi dan membuat sistem dapat memberikan respons dengan lebih cepat.

Dalam penerapannya, kedua pendekatan tersebut dapat saling melengkapi. Edge menangani pemrosesan yang membutuhkan respons cepat di lapangan, sedangkan cloud dapat digunakan untuk penyimpanan, analitik lanjutan, dan pengelolaan data secara terpusat.

Contoh Penggunaan Edge Computing

Smart City

Pada konsep kota pintar, edge computing dapat digunakan untuk memproses data dari CCTV, sensor lalu lintas, dan perangkat pemantau kualitas udara secara langsung di lokasi. Pemrosesan tersebut dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan sekaligus mengurangi jumlah data yang harus dikirim ke pusat data.

Manufaktur

Di lingkungan pabrik, sensor pada mesin produksi dapat mengolah data secara lokal untuk mendeteksi anomali, memperkirakan potensi kerusakan, dan mendukung predictive maintenance. Penggunaan tersebut dapat membantu mengurangi downtime dan meningkatkan efisiensi operasional.

Layanan Kesehatan

Dalam sektor kesehatan, edge computing dapat mendukung pemantauan pasien secara real-time melalui perangkat medis dan wearable device. Data dapat dianalisis di perangkat atau fasilitas kesehatan sehingga informasi yang dibutuhkan tenaga medis dapat tersedia lebih cepat.

Retail

Di sektor retail, edge computing dapat digunakan untuk mengolah informasi mengenai perilaku pelanggan, inventaris, dan aktivitas di dalam toko. Kamera pintar dan sensor dapat memproses data secara lokal untuk membantu memahami pola kunjungan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Transportasi dan Kendaraan Pintar

Kendaraan pintar membutuhkan kemampuan untuk memproses informasi dengan cepat agar dapat merespons kondisi jalan dan objek di sekitarnya. Edge computing memungkinkan pemrosesan dilakukan lebih dekat dengan sumber data sehingga dapat mendukung sistem transportasi yang lebih responsif.

Tantangan Penerapan Edge Computing

Implementasi edge computing bukan tanpa kendala. Organisasi harus mengelola perangkat yang tersebar di banyak lokasi, menjaga keamanan setiap titik edge, serta mengintegrasikan infrastruktur baru dengan sistem yang sudah digunakan sebelumnya.

Kebutuhan sumber daya manusia juga menjadi faktor penting. Pengelolaan ekosistem edge membutuhkan pemahaman mengenai jaringan, keamanan siber, cloud, dan analitik data agar berbagai komponennya dapat bekerja secara optimal.

Dengan demikian, keberhasilan implementasi tidak hanya ditentukan oleh perangkat edge. Infrastruktur pendukung dan kesiapan organisasi juga menjadi bagian dari pertimbangan.

Bagaimana Prospek Edge Computing di Indonesia?

Bahan yang diberikan mengaitkan perkembangan 5G, IoT, AI, dan transformasi digital dengan peluang adopsi edge computing yang lebih luas di Indonesia. Komdigi juga disebut terus memperkuat infrastruktur digital nasional sebagai fondasi bagi ekonomi digital dan layanan publik berbasis teknologi.

Ke depan, edge computing diperkirakan memiliki peran dalam berbagai penggunaan yang membutuhkan respons cepat dan tingkat keandalan tinggi, termasuk smart city, industri 4.0, serta layanan kesehatan digital.

Pada akhirnya, edge computing bukan sekadar cara memindahkan pemrosesan data dari cloud ke perangkat yang lebih dekat. Pendekatan ini menjadi bagian dari arsitektur komputasi yang memungkinkan organisasi memproses informasi lebih dekat dengan sumbernya, mengurangi latensi, menghemat bandwidth, dan mendukung aplikasi real-time.

Cloud tetap memiliki peran penting untuk penyimpanan dan pengolahan data terpusat. Karena itu, kombinasi edge dan cloud dapat menjadi pendekatan untuk mengelola kebutuhan data yang semakin kompleks seiring berkembangnya IoT, AI, dan transformasi digital. (Red)

Exit mobile version