Site icon Korelasi.co

Rusun Subsidi Manggarai Mulai Rp294 Juta, Ini Pilihan Tipe dan Simulasi Cicilannya

KORELASI.CO — Rusun subsidi di kawasan Manggarai, Jakarta, kini menggunakan nama Maraya Residences. KAI Properti merencanakan harga hunian tersebut mulai Rp294 juta.

Maraya Residences menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, KAI Properti belum membuka penjualan unit kepada masyarakat.

Manager Corporate Communication KAI Properti Bramantya Candrika mengatakan proyek tersebut menyediakan beberapa pilihan tipe hunian. Pilihannya mencakup unit studio 21 meter persegi dan tipe 45 meter persegi.

“Maraya Residences direncanakan memiliki beberapa pilihan tipe hunian, yakni studio 21 meter persegi dan tipe 45, dengan indikasi harga mulai sekitar Rp 294 juta. Namun, karena belum memasuki tahap penjualan, detail harga maupun skema pembelian nantinya akan kami informasikan lebih lanjut melalui kanal resmi KAI Properti,” kata Bramantya kepada detikcom, Senin (5/10/2026).

KAI Properti Belum Buka Penjualan

KAI Properti saat ini belum membuka penjualan Maraya Residences. Perusahaan masih mengumpulkan data minat masyarakat melalui form peminatan.

Form tersebut membantu KAI Properti melihat respons calon konsumen. Perusahaan juga dapat mengetahui tingkat ketertarikan masyarakat terhadap hunian subsidi di kawasan Manggarai.

Karena penjualan belum dimulai, KAI Properti belum menetapkan detail harga final. Perusahaan juga belum mengumumkan skema pembelian secara resmi.

Masyarakat yang tertarik perlu menunggu informasi resmi dari KAI Properti mengenai harga, mekanisme pembelian, serta ketentuan lainnya.

Maraya Residences Punya Tiga Pilihan Tipe

Bramantya menjelaskan KAI Properti melakukan penyesuaian ukuran unit dari rencana sebelumnya. Perusahaan menyiapkan tiga tipe hunian, yaitu 21, 36, dan 45 meter persegi.

Sebelumnya, KAI Properti merencanakan unit terkecil berukuran 28 meter persegi. Perusahaan kemudian mengubah ukuran tersebut menjadi 21 meter persegi dengan konsep studio.

“Kalau tipe masih sama (ada 3 tipe). Hanya terdapat penyesuaian dari segi ukuran saja yang studio 28 itu yang ada penyesuaian ukurannya (jadi 21 meter persegi),” terangnya.

Untuk tipe 36 dan 45 meter persegi, KAI Properti menyiapkan dua kamar tidur. Unit tersebut juga memiliki satu kamar mandi, ruang tamu, dapur, serta meja makan.

Sementara itu, tipe 21 meter persegi menggunakan konsep studio. Tipe ini menawarkan ruang yang lebih ringkas dibandingkan unit dengan dua kamar tidur.

Pembangunan Berlangsung di Lahan PT KAI

KAI Properti mengembangkan Maraya Residences di lahan milik PT KAI di kawasan Manggarai. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan hunian di sekitar simpul transportasi publik.

KAI Properti memulai pembangunan Blok G dan F melalui groundbreaking pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Sejumlah pejabat menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.

KAI Properti memperkirakan pembangunan membutuhkan waktu sekitar 18 bulan. Perusahaan menargetkan pembangunan selesai pada 2028.

Untuk tahap pengembangan berikutnya, KAI Properti masih melakukan persiapan dan koordinasi dengan pihak terkait.

Blok G Siapkan 1.232 Unit

Proyek Maraya Residences menggunakan dua bidang lahan. Blok G memiliki luas sekitar 6.925 meter persegi. Sementara itu, Blok F memiliki luas sekitar 15.014 meter persegi.

Jika kedua lahan digabungkan, luasnya mencapai sekitar 21.939 meter persegi atau 2,1 hektare.

KAI Properti akan mengembangkan Blok G lebih dahulu. Perusahaan menggunakan konsep rumah susun milik atau rusunami untuk blok tersebut.

Blok G terdiri dari tiga tower. Total kapasitasnya mencapai 1.232 unit.

Rinciannya, Tower A memiliki 418 unit. Tower B menyediakan 506 unit. Sementara Tower C memiliki 308 unit.

Blok F Rencanakan 2.508 Unit

Setelah Blok G, KAI Properti merencanakan pengembangan Blok F. Blok tersebut akan memiliki lima tower dengan total sekitar 2.508 unit.

Tower 1 menyediakan 572 unit. Tower 2 juga memiliki 572 unit.

Selanjutnya, Tower 3 menampung 528 unit. Tower 4 memiliki 308 unit. Sementara Tower 5 menyediakan 528 unit.

Jika angka masing-masing tower pada Blok G dan Blok F dijumlahkan, kedua blok tersebut menghasilkan sekitar 3.740 unit.

Namun, angka tersebut berbeda dengan penyebutan 3.784 hunian dalam materi judul atau foto. Karena itu, redaksi perlu melakukan verifikasi terhadap angka total unit sebelum mempublikasikannya sebagai angka final.

Simulasi Cicilan Mulai Rp1,6 Juta

Bahan informasi mengenai Maraya Residences juga mencantumkan simulasi pembiayaan. Simulasi tersebut menggunakan asumsi harga Rp294 juta.

Asumsi lainnya menggunakan uang muka atau DP sebesar 1 persen. Dengan asumsi tersebut, nilai DP mencapai Rp2,94 juta.

Setelah dikurangi DP, plafon kredit dalam simulasi mencapai Rp291,06 juta.

Bahan tersebut menggunakan asumsi bunga KPR tetap 6 persen. Pilihan tenor yang tersedia dalam simulasi mencakup 10, 20, 30, hingga 40 tahun.

Untuk tenor 20 tahun, simulasi mencantumkan cicilan sekitar Rp2,11 juta per bulan.

Tenor 30 tahun menghasilkan simulasi cicilan sekitar Rp1,75 juta per bulan. Sementara tenor 40 tahun menghasilkan cicilan sekitar Rp1,6 juta per bulan.

Namun, pembaca perlu memahami bahwa angka tersebut hanya simulasi berdasarkan asumsi tertentu.

KAI Properti belum membuka penjualan Maraya Residences. Karena itu, perusahaan juga belum menetapkan harga jual final maupun skema pembelian resmi.

Harga Resmi Menunggu Pengumuman KAI Properti

Indikasi harga mulai Rp294 juta belum dapat dianggap sebagai harga jual final Maraya Residences. KAI Properti masih mengumpulkan minat masyarakat dan belum membuka tahap penjualan.

Perusahaan akan menyampaikan informasi mengenai harga dan skema pembelian melalui kanal resmi KAI Properti ketika penjualan mulai berjalan.

Dengan demikian, calon konsumen sebaiknya membedakan antara indikasi harga, simulasi cicilan, dan harga resmi yang nantinya KAI Properti tetapkan.

Maraya Residences sendiri menawarkan konsep hunian vertikal di kawasan Manggarai. Lokasinya berada di sekitar simpul transportasi publik dan dikembangkan di atas lahan milik PT KAI.

Proyek ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan pilihan hunian di kawasan perkotaan.

KAI Properti masih melanjutkan pembangunan dan persiapan penjualan. Informasi mengenai harga final, skema pembelian, serta ketersediaan unit akan mengikuti pengumuman resmi perusahaan. (Red)

Exit mobile version