KORELASI.CO — PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) terus memperkuat ekspansi bisnis properti dengan mengoptimalkan aset-aset bernilai tinggi untuk mendukung pengembangan proyek baru di berbagai wilayah Indonesia.
Strategi optimalisasi aset tersebut telah dijalankan APLN dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan bahan yang disampaikan, strategi ini diarahkan untuk mendukung pengembangan proyek sekaligus memperkuat kondisi fundamental keuangan perseroan.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, mengatakan perseroan saat ini terus membangun dan mengembangkan proyek properti di sejumlah kota besar di Indonesia.
Wilayah pengembangan tersebut mencakup Jakarta, Bogor, Bandung, Karawang, Balikpapan, Medan, hingga Bali.
“Kami terus berusaha mengoptimalkan peluang sektor properti dan kebutuhan konsumen yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Melalui strategi yang tepat serta eksekusi yang disiplin, terukur, dan matang, kami yakin APLN akan terus menunjukkan kinerja positif ke depan,” ujar Justini Omas.
Pendapatan APLN Tembus Rp2,9 Triliun
Strategi tersebut berjalan seiring dengan peningkatan kinerja keuangan APLN pada awal 2026.
Berdasarkan laporan keuangan Kuartal I-2026 yang tercantum dalam bahan berita, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,9 triliun. Angka tersebut meningkat 232 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp874,5 miliar.
Peningkatan pendapatan tersebut juga diikuti perubahan posisi laba rugi perseroan. APLN yang mencatat rugi bersih sebesar Rp55,6 miliar pada Kuartal I-2025, membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp513,8 miliar pada Kuartal I-2026.
Menurut Wafi, capaian tersebut mencerminkan hasil dari strategi asset recycling dan optimalisasi aset yang dijalankan perusahaan.
“Turnaround APLN di Kuartal I-2026 merefleksikan hasil dari strategi asset recycling dan optimalisasi aset. Monetisasi aset matang berhasil mendorong pendapatan sekaligus memperbaiki bottom line perusahaan,” katanya.
APLN Lakukan Divestasi Sejumlah Aset
Dalam menjalankan strategi tersebut, APLN sejak 2017 secara bertahap melakukan divestasi terhadap sejumlah portofolio propertinya.
Berdasarkan bahan berita, langkah tersebut dilakukan untuk mendanai proyek-proyek baru bernilai tinggi sekaligus mengurangi utang dalam mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat.
Sejumlah aset yang telah didivestasi antara lain Central Park Mall, Neo Soho Mall, Pullman Ciawi Vimala Hills, serta Deli Park Mall Medan.
Optimalisasi aset matang tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang APLN dalam mengelola portofolio propertinya. Perseroan berharap strategi tersebut dapat membantu menjaga kondisi fundamental keuangan sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pengembang properti di Indonesia. (Red)

