Site icon Korelasi.co

Bansos Juni 2026: PKH, BPNT, PIP hingga Beras 10 Kg Mulai Disalurkan

Korelasi.co- Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat sepanjang 2026. Memasuki Juni 2026, sejumlah bantuan mulai dicairkan secara bertahap kepada keluarga penerima manfaat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkapkan sekitar 470 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) baru mulai menerima bantuan sosial pada triwulan kedua tahun ini. Menurut dia, penambahan penerima tersebut merupakan hasil pemutakhiran DTSEN yang dilakukan pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

“Setiap triwulan bantuan sosial disalurkan berdasarkan DTSEN yang telah diperbarui. Perubahan data penerima merupakan hal yang wajar karena proses pemutakhiran terus dilakukan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul.

Kemensos bersama BPS dan pemerintah daerah terus melakukan pembaruan data penerima bantuan guna memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran. Hingga pertengahan tahun ini, puluhan ribu operator data desa telah dilibatkan dalam proses validasi dan pembaruan data sosial ekonomi masyarakat.

Berikut daftar bantuan sosial yang diperkirakan masih dicairkan selama Juni 2026.

Program Keluarga Harapan (PKH)

PKH merupakan bantuan tunai bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin yang memiliki komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Bantuan diberikan kepada ibu hamil, balita, siswa sekolah, penyandang disabilitas berat, lansia, hingga korban pelanggaran HAM berat.

Besaran bantuan PKH yang diterima antara lain:

Ibu hamil: Rp3 juta per tahun atau Rp750 ribu per tahap.

Anak usia dini: Rp3 juta per tahun atau Rp750 ribu per tahap.

Siswa SD: Rp900 ribu per tahun atau Rp225 ribu per tahap.

Siswa SMP: Rp1,5 juta per tahun atau Rp375 ribu per tahap.

Siswa SMA: Rp2 juta per tahun atau Rp500 ribu per tahap.

Disabilitas berat: Rp2,4 juta per tahun atau Rp600 ribu per tahap.

Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp2,4 juta per tahun atau Rp600 ribu per tahap.

Korban pelanggaran HAM berat: Rp10,8 juta per tahun atau Rp2,7 juta per tahap.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

BPNT atau Program Kartu Sembako diberikan dalam bentuk saldo elektronik senilai Rp200 ribu per bulan. Pada 2026, bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 berdasarkan DTSEN.

Penyaluran BPNT dilakukan setiap triwulan bersamaan dengan PKH. Untuk tahap kedua, pencairan berlangsung pada April hingga Juni 2026.

Jadwal penyaluran bansos PKH dan BPNT terdiri atas:

Tahap 1: Januari–Maret 2026.

Tahap 2: April–Juni 2026.

Tahap 3: Juli–September 2026.

Tahap 4: Oktober–Desember 2026.

Program Indonesia Pintar (PIP)

PIP merupakan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk mencegah putus sekolah dan mendukung keberlanjutan pendidikan.

Besaran bantuan PIP tahun 2026 meliputi:

SD/sederajat: Rp450 ribu per tahun.

SMP/sederajat: Rp750 ribu per tahun.

SMA/SMK/sederajat: hingga Rp1,8 juta per tahun.

Dana bantuan disalurkan melalui rekening Simpanan Pelajar (SimPel) pada bank penyalur yang telah ditunjuk pemerintah.

PBI Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN)

PBI JKN merupakan bantuan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Seluruh iuran peserta ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Melalui program ini, peserta dapat memperoleh layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tanpa membayar iuran bulanan.

Bantuan Pangan Beras 10 Kilogram

Pemerintah juga melanjutkan program bantuan pangan beras pada 2026. Sebanyak 720 ribu ton beras disiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat yang tercatat sebagai penerima bantuan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan Bulog telah menerima penugasan untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang berhak.

Berbeda dengan PKH dan BPNT, bantuan beras 10 kilogram tidak disalurkan sepanjang tahun. Program ini hanya diberikan selama empat bulan dengan jadwal yang ditentukan pemerintah sesuai kebutuhan dan kondisi stok pangan nasional.

Cara Cek Penerima Bansos Juni 2026

Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos secara mandiri melalui laman resmi Kemensos.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Buka situs cekbansos.kemensos.go.id

2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.

3. Ketik kode verifikasi yang muncul pada layar.

4. Jika kode kurang jelas, klik ikon pembaruan untuk mendapatkan kode baru.

5. Klik tombol Cari Data.

6. Sistem akan menampilkan informasi penerima manfaat sesuai data yang terdaftar.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk memastikan data kependudukan dan data sosial ekonomi selalu diperbarui agar penyaluran bantuan sosial dapat berjalan tepat sasaran.

 

Exit mobile version