Site icon Korelasi.co

Mengenal Profesi Information Security Analyst, Tugas dan Keahlian yang Dibutuhkan

KORELASI.CO- Profesi Information Security Analyst atau Analis Keamanan Informasi memiliki peran dalam melindungi data dan sistem perusahaan dari berbagai ancaman siber.

Posisi ini melakukan pemantauan, analisis, serta tindakan pencegahan untuk membantu mengurangi risiko terhadap jaringan dan informasi perusahaan.

Perkembangan kejahatan siber membuat perusahaan perlu memperkuat perlindungan terhadap data dan sistem yang digunakan dalam aktivitas kerja. Insight Global memperkirakan kerugian akibat kejahatan siber yang tidak ditangani sejak awal dapat mencapai US$10,5 triliun pada 2025.

Sementara itu, Western Governors University memperkirakan kebutuhan terhadap tenaga Information Security Analyst meningkat hingga 31% seiring semakin luasnya penggunaan internet.

Apa Itu Information Security Analyst?

Information Security Analyst merupakan tenaga profesional yang bertugas menjaga keamanan informasi dan sistem perusahaan dari berbagai ancaman digital. Mereka melakukan pemantauan, analisis, serta tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko serangan terhadap jaringan dan data.

Ancaman yang dapat dihadapi antara lain malware, phishing, hingga teknik penyusupan jaringan seperti DNS tunneling. Perkembangan ancaman tersebut membuat perusahaan membutuhkan tenaga yang mampu mengenali potensi kerentanan sekaligus memberikan respons terhadap insiden keamanan.

Dalam menjalankan pekerjaannya, Information Security Analyst dapat bekerja bersama tim Information Technology (IT) dan Cyber Security Engineer. Ketiganya memiliki peran yang saling berkaitan, tetapi dengan tanggung jawab berbeda.

Jika sistem dan infrastruktur keamanan telah dirancang oleh tim terkait, Information Security Analyst berperan menganalisis efektivitas perlindungan tersebut sekaligus mengidentifikasi kemungkinan ancaman yang dapat memengaruhi sistem dan data.

Tugas Information Security Analyst

Tanggung jawab Information Security Analyst tidak hanya berkaitan dengan pemantauan keamanan jaringan. Salah satu tugasnya adalah menganalisis rancangan keamanan jaringan dan komputer serta memberikan masukan mengenai efektivitas perlindungan yang telah diterapkan.

Analis juga bertugas mengidentifikasi kerentanan sistem terhadap berbagai potensi serangan siber. Ketika terdapat dugaan kebocoran data atau serangan, mereka melakukan investigasi dan membantu memberikan respons terhadap insiden tersebut.

Selain itu, Information Security Analyst dapat terlibat dalam pemasangan firewall dan sistem enkripsi. Mereka juga melakukan riset mengenai perkembangan ancaman siber serta membuat pemetaan terhadap kemungkinan serangan yang dapat terjadi.

Tanggung jawab lainnya berkaitan dengan peningkatan kesadaran keamanan digital di lingkungan perusahaan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui penyusunan materi, sosialisasi, maupun pelatihan bagi karyawan agar memahami cara menjaga keamanan data dan sistem.

Keahlian yang Dibutuhkan

Untuk menjalankan berbagai tanggung jawab tersebut, Information Security Analyst membutuhkan kombinasi kemampuan teknis dan nonteknis.

Memahami komputer dan jaringan

Pengetahuan mengenai komputer dan infrastruktur jaringan menjadi salah satu dasar dalam pekerjaan ini. Analis perlu memahami cara kerja berbagai jenis jaringan, seperti internet, Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), serta jaringan yang digunakan dalam lingkungan perusahaan.

Pemahaman tersebut juga mencakup berbagai perangkat pendukung jaringan, seperti server, Network Interface Card (NIC), kabel jaringan, hub, switch, router, bridge, dan modem.

Memahami regulasi dan perlindungan data

Keamanan informasi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis. Information Security Analyst juga perlu memahami ketentuan mengenai keamanan dan privasi data yang berlaku.

Pengetahuan tersebut dapat mencakup peraturan perundang-undangan, Peraturan Pemerintah, prinsip perlindungan data, hingga kerangka Governance, Risk and Compliance (GRC). Pemahaman terhadap regulasi membantu analis memastikan pengelolaan data tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menguasai bahasa pemrograman

Kemampuan pemrograman juga dapat menjadi bekal bagi Information Security Analyst. Bahasa pemrograman digunakan untuk memberikan instruksi kepada komputer dan dapat membantu proses analisis maupun pengelolaan sistem.

Beberapa bahasa pemrograman yang disebut dalam bahan antara lain Python, Java, PHP, C++, JavaScript, Ruby, dan Swift.

Memahami prinsip keamanan jaringan

Information Security Analyst perlu memahami prinsip dasar dalam menjaga keamanan jaringan dan informasi. Beberapa prinsip yang disebut dalam bahan meliputi confidentiality, authentication, integrity, availability, dan access control.

Confidentiality berkaitan dengan menjaga informasi agar hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang. Authentication digunakan untuk memastikan identitas pengguna yang mengakses sistem, sedangkan integrity menekankan agar data tetap akurat dan tidak diubah tanpa kewenangan.

Sementara itu, availability memastikan sistem dan data dapat digunakan ketika dibutuhkan. Adapun access control mengatur pihak yang memiliki izin untuk mengakses informasi atau sistem tertentu.

Memiliki kemampuan komunikasi

Kemampuan komunikasi juga penting karena Information Security Analyst tidak hanya berhadapan dengan sistem dan perangkat teknologi. Mereka perlu menjelaskan risiko keamanan serta prosedur perlindungan data kepada karyawan dengan berbagai latar belakang.

Karena itu, informasi mengenai keamanan digital perlu disampaikan dengan bahasa yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami agar dapat diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Prospek dan Penghasilan

Digitalisasi yang semakin luas membuat kebutuhan terhadap tenaga keamanan informasi menjadi bagian dari perkembangan pekerjaan di bidang teknologi dan keamanan data. Perusahaan di berbagai sektor menyimpan dan mengelola data dalam jumlah besar sehingga perlindungan terhadap informasi menjadi salah satu aspek penting dalam operasional.

Berdasarkan data Payscale yang dikutip dalam bahan, rata-rata penghasilan Information Security Analyst di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp144 juta per tahun. Namun, besaran penghasilan dapat berbeda berdasarkan pengalaman, kemampuan, lokasi kerja, dan skala perusahaan.

Sebagai perbandingan, rata-rata penghasilan profesi tersebut di Amerika Serikat disebut mencapai US$90.237 per tahun. Angka tersebut juga dapat berbeda sesuai pengalaman dan tingkat tanggung jawab pekerjaan.

Cara Memulai Karier sebagai Information Security Analyst

Salah satu jalur yang dapat ditempuh untuk membangun karier sebagai Information Security Analyst adalah menempuh pendidikan yang berkaitan dengan teknologi informasi dan keamanan siber. Beberapa bidang studi yang disebut dalam bahan antara lain Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Rekayasa Komputer, Cyber Security, dan Teknik Informatika.

Namun, latar belakang pendidikan bukan satu-satunya jalur untuk memasuki profesi ini. Perpindahan bidang pekerjaan atau career switch tetap memungkinkan selama seseorang memiliki kemauan belajar dan membangun kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Selain pendidikan formal, calon Information Security Analyst dapat meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi. Beberapa sertifikasi yang disebut berkaitan dengan keamanan informasi antara lain Certified Information Systems Security Professional (CISSP), Certified Information Security Manager (CISM), Certified Ethical Hacker (CEH), dan GIAC Security Essentials (GSEC).

Pengalaman praktis juga menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan. Pelatihan, kegiatan praktik, pengalaman kerja, maupun aktivitas sukarela yang relevan dapat membantu calon tenaga profesional memahami penerapan keamanan informasi secara langsung.

Setelah memiliki pendidikan, keterampilan, dan pengalaman yang sesuai, langkah berikutnya adalah menyiapkan CV yang mencantumkan kompetensi serta pengalaman relevan dengan posisi Information Security Analyst. Dengan demikian, kemampuan yang dimiliki dapat lebih mudah terlihat oleh perusahaan dalam proses rekrutmen.(Red)

Exit mobile version