Site icon Korelasi.co

7 Skill yang Banyak Dicari Perusahaan di Era AI, Apa Saja?

KORELASI.CO-Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat kebutuhan keterampilan di dunia kerja ikut berubah. Selain pendidikan formal, perusahaan semakin memperhatikan kemampuan yang dapat dibuktikan melalui keterampilan, pengalaman, dan kredensial yang relevan.

Temuan Coursera dalam Micro-Credentials Impact Report 2026 menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap micro-credentials. Laporan tersebut menghimpun perspektif lebih dari 3.500 pelajar, lulusan, pemberi kerja, dan pimpinan perguruan tinggi dari tujuh negara. Coursera menyebut 98% pemberi kerja dalam survei tersebut menggunakan skills-based hiring untuk posisi tingkat awal.

Sementara itu, Job Skills Report 2026 dari Coursera menganalisis data pembelajaran dari sekitar 6 juta pembelajar perusahaan di hampir 7.000 organisasi. Laporan tersebut berfokus pada bidang data, IT, serta pengembangan software dan produk, sekaligus melihat bagaimana AI mengubah kebutuhan keterampilan.

Berdasarkan temuan tersebut, berikut sejumlah keterampilan yang relevan bagi pencari kerja di tengah perubahan kebutuhan industri.

1. Kecerdasan Buatan (AI)

Kemampuan memahami dan menggunakan AI menjadi semakin relevan karena teknologi tersebut mulai digunakan dalam berbagai aktivitas pekerjaan.

Coursera mencatat pendaftaran pembelajaran Generative AI di kalangan enterprise learners meningkat 234% secara tahunan. Namun, laporan tersebut juga menekankan bahwa keterampilan AI perlu dibangun bersama kemampuan teknis lain, termasuk teknologi dasar seperti SQL, JSON, dan aplikasi web.

Dengan demikian, kemampuan di era AI tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat AI, tetapi juga pemahaman mengenai teknologi yang mendukung penerapannya.

2. Berpikir Kritis

Kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting ketika pekerja menggunakan AI untuk membantu menyelesaikan tugas.

Hasil dari AI tetap perlu diperiksa dan divalidasi. Pekerja perlu mampu mengevaluasi informasi, menemukan kemungkinan kesalahan, memeriksa kualitas data, serta menentukan apakah suatu keluaran dapat digunakan.

Dalam Job Skills Report 2026, Coursera mencatat pertumbuhan pembelajaran critical thinking di berbagai kelompok pembelajar. Coursera juga menggambarkan perubahan peran manusia menjadi pihak yang semakin berperan dalam melakukan validasi terhadap keluaran AI.

3. Komunikasi

Kemampuan komunikasi tetap menjadi keterampilan penting dalam lingkungan kerja, termasuk ketika teknologi AI semakin banyak digunakan.

Komunikasi mencakup kemampuan menyampaikan informasi, memahami instruksi, berdiskusi, menulis, mendengarkan, dan menjelaskan gagasan kepada orang lain.

Keterampilan ini juga membantu pekerja berkoordinasi ketika sebuah pekerjaan melibatkan beberapa orang atau bidang keahlian.

4. Kepemimpinan

Kepemimpinan tidak selalu berarti menduduki posisi sebagai manajer atau pimpinan perusahaan.

Dalam pekerjaan sehari-hari, keterampilan ini dapat terlihat melalui kemampuan mengambil tanggung jawab, mengoordinasikan pekerjaan, memberikan dan menerima umpan balik, serta membantu tim mencapai tujuan bersama.

Kemampuan tersebut menjadi relevan terutama dalam pekerjaan yang membutuhkan koordinasi antaranggota tim dan pengambilan keputusan.

5. Kerja Tim

Kemampuan bekerja sama menjadi bagian penting dari banyak pekerjaan karena tugas di perusahaan umumnya melibatkan lebih dari satu orang.

Pekerja perlu mampu membagi tugas, menyampaikan informasi, berkoordinasi, dan menyelesaikan masalah bersama. Kemampuan tersebut juga berkaitan dengan komunikasi karena kolaborasi yang efektif membutuhkan pertukaran informasi yang jelas.

Dalam konteks perubahan akibat AI, keterampilan manusia seperti kolaborasi tetap berperan ketika teknologi digunakan untuk membantu atau mengotomatisasi bagian tertentu dari pekerjaan.

6. Mengolah Data

Kemampuan mengolah dan memahami data semakin relevan karena perusahaan menggunakan data untuk mendukung berbagai keputusan.

Keterampilan ini dapat mencakup penggunaan perangkat pengolah data serta pemahaman terhadap teknologi seperti Python dan SQL. Pada tingkat yang lebih lanjut, pekerja dapat membutuhkan kemampuan analisis data dan pembelajaran mesin, tergantung bidang pekerjaannya.

Kebutuhan terhadap kemampuan berbasis data juga terlihat dari proyeksi pasar kerja Amerika Serikat. U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS) memproyeksikan pekerjaan data scientist tumbuh 35% pada periode 2025–2035. BLS mencatat median upah tahunan profesi tersebut sebesar US$120.230 pada Mei 2025.

Angka tersebut merupakan data pasar kerja Amerika Serikat sehingga tidak dapat digunakan sebagai gambaran langsung mengenai gaji atau pertumbuhan profesi data scientist di Indonesia. Namun, data BLS menunjukkan bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan analisis data memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi di pasar kerja AS.

7. Keamanan Informasi

Ketergantungan perusahaan terhadap sistem digital juga membuat pemahaman mengenai keamanan informasi menjadi semakin relevan.

Keterampilan di bidang ini dapat mencakup pemantauan keamanan, pengujian kepatuhan, pengelolaan risiko, serta penyusunan rekomendasi untuk membantu memperkuat sistem keamanan organisasi.

Coursera juga menempatkan cybersecurity sebagai salah satu fondasi teknis yang tetap penting dalam transformasi berbasis AI. Menurut laporan tersebut, kemampuan AI perlu dibangun bersama keterampilan dasar seperti cloud engineering, cybersecurity, data management, dan DevOps.

Skill Teknis dan Soft Skill Perlu Berjalan Bersama

Perubahan kebutuhan dunia kerja tidak berarti keterampilan teknis harus menggantikan kemampuan manusia. Keduanya dapat saling melengkapi.

Kemampuan menggunakan AI, memahami data, dan menguasai teknologi dapat membantu pekerja menghadapi perubahan proses kerja. Di sisi lain, berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, dan memimpin tetap dibutuhkan untuk memastikan teknologi digunakan sesuai kebutuhan dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Perkembangan tersebut juga membuat pembuktian keterampilan semakin mendapat perhatian. Dalam laporan Job Skills Report 2026, Coursera mencatat pendaftaran Professional Certificates meningkat rata-rata 91% pada bidang karier yang dianalisis.

Karena itu, pencari kerja dapat mengembangkan kompetensi melalui berbagai cara, seperti pendidikan formal, sertifikasi, micro-credentials, pengalaman proyek, maupun praktik langsung yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dituju.

Pada akhirnya, kebutuhan keterampilan dapat terus berubah seiring perkembangan teknologi dan kondisi industri. Kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.(Red)

Exit mobile version