Site icon Korelasi.co

Ekosistem Keuangan Digital Indonesia Bersiap Masuki Babak Beyond Banking

KORELASI.CO-Ekosistem keuangan digital Indonesia mulai memasuki fase baru. Setelah selama satu dekade banyak berfokus pada perluasan akses layanan keuangan, perhatian industri kini bergeser pada bagaimana layanan digital dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi sektor riil.

Arah tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026 yang digelar Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dengan tema “Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy”.

Forum tersebut mempertemukan regulator, perbankan, perusahaan fintech, penyedia teknologi, investor, akademisi, hingga pelaku usaha sektor riil untuk membahas perkembangan dan arah ekosistem keuangan digital Indonesia.

Batas Perbankan dan Fintech Semakin Kabur

Perkembangan teknologi mendorong batas antara perbankan, fintech, sistem pembayaran, dan aset digital semakin tipis.

Fenomena tersebut dikenal sebagai financial convergence. Perkembangannya antara lain didorong penerapan universal banking, pertumbuhan Open Finance, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta kebutuhan terhadap infrastruktur publik dan finansial digital yang semakin kuat.

Dalam kondisi tersebut, fintech tidak lagi semata-mata dipandang sebagai pesaing perbankan. Fintech juga berperan sebagai mitra dalam mendorong inovasi dan memperluas inklusi keuangan.

Empat Fokus IDBS 2026

Pembahasan dalam IDBS 2026 mencakup empat area strategis yang menjadi perhatian dalam perkembangan ekosistem keuangan digital.

Pertama, Beyond Banking, yang membahas pola kolaborasi baru antara perbankan, fintech, dan penyedia teknologi melalui universal banking serta Open Finance.

Kedua, Financial Wellbeing, yakni perubahan orientasi dari sekadar memperluas akses layanan keuangan menuju peningkatan kesejahteraan finansial masyarakat.

Ketiga, Inclusive Growth, yang menitikberatkan dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor riil melalui model bisnis yang berkelanjutan.

Keempat, Digital Infrastructure, yang mencakup kesiapan sistem pembayaran, pertukaran data, komputasi awan (cloud), serta keamanan siber.

Industri Fintech Mulai Masuk Fase Kematangan

Dalam momentum IDBS 2026, AFTECH juga merilis Annual Members Survey 2025–2026 yang melibatkan 141 anggota.

Survei tersebut menunjukkan 43 persen anggota AFTECH telah mencatatkan laba. Selain itu, sebanyak 84 persen anggota telah mengadopsi kecerdasan buatan dalam operasional maupun layanan mereka.

Dari sisi regulasi, 86 persen anggota menilai regulasi yang berlaku saat ini mendukung inovasi.

Data tersebut menunjukkan perkembangan industri fintech tidak hanya berkaitan dengan ekspansi layanan, tetapi juga mulai mencakup aspek profitabilitas, adopsi teknologi, regulasi, dan tata kelola.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

AFTECH menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan akademisi dalam mendorong transformasi ekosistem keuangan digital.

Hasil pembahasan dalam IDBS 2026 rencananya akan dirangkum dalam bentuk policy brief dan rekomendasi kebijakan. Dokumen tersebut ditujukan untuk mendukung percepatan implementasi berbagai inisiatif yang dibahas dalam forum.

Dengan demikian, perkembangan ekosistem keuangan digital tidak hanya diarahkan pada semakin banyaknya teknologi yang digunakan. Fokusnya juga mencakup dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, produktivitas sektor riil, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (Red)

Exit mobile version