Site icon Korelasi.co

Dana Darurat Ideal Berapa Kali Pengeluaran Bulanan? Ini Panduannya

KORELASI.CO- Dana darurat merupakan salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan. Besaran dana yang perlu disiapkan setiap orang dapat berbeda, terutama berdasarkan status keluarga, jumlah tanggungan, dan kestabilan penghasilan.

Secara umum, kebutuhan dana darurat dapat dihitung berdasarkan beberapa kali pengeluaran rutin bulanan. Kisaran dana darurat sekitar 3 hingga 12 kali pengeluaran bulanan.

Berapa Besaran Dana Darurat yang Perlu Disiapkan?

Besaran dana darurat dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Panduan berikut dapat digunakan sebagai gambaran:

– Lajang atau belum menikah: sekitar 3–6 kali pengeluaran bulanan.

– Menikah tanpa anak: sekitar 6–9 kali pengeluaran bulanan.

– Menikah dengan anak: sekitar 9–12 kali pengeluaran bulanan.

Semakin besar tanggungan finansial, semakin besar pula cadangan dana yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi kondisi tidak terduga.

Pekerjaan Juga Memengaruhi Besaran Dana Darurat

Selain status keluarga, kestabilan penghasilan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah dana darurat.

Karyawan dengan penghasilan yang relatif stabil dapat menggunakan kisaran dana darurat yang lebih rendah dalam panduan tersebut. Sementara itu, pekerja lepas atau wirausaha dengan pendapatan yang lebih fluktuatif dapat mempertimbangkan cadangan yang lebih besar.

Tanggungan atau kebutuhan khusus dalam keluarga juga perlu diperhitungkan ketika menentukan target dana darurat.

Contoh Menghitung Dana Darurat

Misalnya, seseorang memiliki pengeluaran wajib sebesar Rp5 juta setiap bulan.

Jika target dana darurat ditetapkan sebesar empat kali pengeluaran bulanan, perhitungannya menjadi:

Rp5 juta × 4 = Rp20 juta

Sementara itu, keluarga dengan satu anak yang menetapkan target sembilan kali pengeluaran bulanan membutuhkan:

Rp5 juta × 9 = Rp45 juta

Perhitungan tersebut merupakan contoh berdasarkan kisaran yang diberikan dalam bahan, bukan angka yang berlaku sama untuk setiap orang.

Bagaimana Cara Mulai Mengumpulkan Dana Darurat?

Dana darurat tidak harus langsung terkumpul dalam jumlah besar. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin setiap bulan.

Bahan ini menyarankan alokasi sekitar 10–20 persen dari penghasilan untuk membangun dana darurat. Namun, persentase tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pemasukan dan pengeluaran masing-masing.

Agar tidak mudah terpakai untuk kebutuhan sehari-hari, dana darurat juga dapat ditempatkan pada rekening terpisah.

Untuk penyimpanannya, pilih instrumen yang mudah dicairkan ketika dibutuhkan. Bahan ini menyebut tabungan dan Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) sebagai contoh instrumen yang dapat dipertimbangkan.

Pada akhirnya, target dana darurat bukan sekadar mengejar nominal tertentu. Yang terpenting adalah memiliki cadangan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, tanggungan, serta kondisi penghasilan sehingga kebutuhan mendesak tidak langsung mengganggu keuangan sehari-hari.(Red)

Exit mobile version