KORELASI.CO- Volume saham merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memahami aktivitas perdagangan di pasar modal. Dengan melihat volume perdagangan, investor dapat mengetahui jumlah saham yang berpindah tangan dalam periode tertentu sekaligus menilai tingkat aktivitas pasar terhadap suatu saham.
Meski demikian, volume saham tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk mengambil keputusan investasi. Investor perlu membandingkannya dengan pergerakan harga dan indikator lain agar memperoleh gambaran pasar yang lebih menyeluruh.
Apa Itu Volume Perdagangan Saham?
Volume perdagangan saham adalah jumlah lembar saham yang diperdagangkan dalam periode tertentu, misalnya selama satu hari perdagangan. Indikator ini menggambarkan seberapa aktif suatu saham diperjualbelikan di pasar.
Sebagai contoh, apabila volume perdagangan saham ABC mencapai 3 juta lembar dalam satu hari, berarti sebanyak 3 juta lembar saham tersebut berpindah tangan selama periode itu. Angka volume dapat berubah sepanjang sesi perdagangan mengikuti aktivitas transaksi yang berlangsung.
Volume berbeda dari jumlah transaksi. Satu transaksi dapat melibatkan banyak lembar saham, sehingga volume mengukur jumlah saham yang diperdagangkan, bukan sekadar banyaknya transaksi yang terjadi.
Mengapa Volume Saham Penting?
Volume saham dapat membantu investor memahami aktivitas pasar dan menilai kekuatan pergerakan harga. Berikut beberapa fungsi volume perdagangan dalam analisis saham.
1. Membantu menilai likuiditas
Saham dengan volume perdagangan tinggi umumnya memiliki aktivitas jual beli yang lebih ramai. Kondisi ini dapat mempermudah investor melakukan transaksi karena terdapat lebih banyak aktivitas perdagangan.
Sebaliknya, saham dengan volume rendah berpotensi memiliki likuiditas yang lebih terbatas. Akibatnya, investor mungkin lebih sulit membeli atau menjual saham pada harga yang diinginkan.
2. Membantu mengonfirmasi tren harga
Perubahan volume dapat digunakan untuk menilai apakah suatu pergerakan harga didukung aktivitas perdagangan yang meningkat.
Ketika harga saham naik bersamaan dengan peningkatan volume, kondisi tersebut dapat mengindikasikan menguatnya minat beli. Sementara itu, penurunan harga yang disertai volume tinggi dapat menunjukkan tekanan jual yang lebih besar.
Namun, pola tersebut bukan jaminan bahwa tren akan terus berlanjut. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar dan informasi lain yang relevan.
3. Memberikan gambaran aktivitas pasar
Volume juga dapat membantu investor mengidentifikasi perubahan minat terhadap suatu saham. Peningkatan volume yang signifikan dibandingkan rata-rata hariannya dapat menjadi petunjuk bahwa aktivitas perdagangan sedang meningkat.
Meski begitu, volume tidak secara langsung menunjukkan jumlah pembeli dibandingkan penjual. Setiap transaksi melibatkan pihak yang membeli dan pihak yang menjual, sehingga arah pergerakan harga tetap perlu diperhatikan.
Perbedaan Volume Saham Tinggi dan Rendah
Volume saham dapat dikategorikan tinggi atau rendah dengan membandingkannya terhadap aktivitas perdagangan normal saham tersebut. Karena setiap saham memiliki karakteristik berbeda, volume sebaiknya tidak dinilai hanya berdasarkan besar kecilnya angka.
Volume saham tinggi
Volume tinggi menunjukkan bahwa lebih banyak lembar saham diperdagangkan selama periode pengamatan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan meningkatnya perhatian investor, munculnya informasi baru, atau perubahan sentimen pasar.
Jika volume tinggi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga, kondisi tersebut dapat mendukung indikasi penguatan tren. Sebaliknya, volume tinggi ketika harga turun dapat menunjukkan tekanan jual yang meningkat.
Volume saham rendah
Volume rendah menandakan aktivitas perdagangan yang relatif lebih sedikit dibandingkan periode pembanding. Kondisi ini dapat mencerminkan rendahnya minat transaksi atau keterbatasan likuiditas.
Pergerakan harga pada saham dengan volume rendah juga perlu dicermati karena transaksi yang relatif sedikit dapat membuat harga lebih mudah berubah. Namun, volume rendah tidak otomatis berarti suatu saham buruk atau tidak memiliki potensi.
Apa Itu Volume Rata-Rata Saham?
Volume perdagangan harian rata-rata atau Average Daily Trading Volume (ADTV) adalah rata-rata jumlah saham yang diperdagangkan setiap hari selama periode tertentu.
Perhitungannya dilakukan dengan menjumlahkan volume perdagangan harian selama periode pengamatan, kemudian membaginya dengan jumlah hari perdagangan dalam periode tersebut.
Sebagai ilustrasi, apabila total volume perdagangan selama 30 hari mencapai 60 juta lembar saham dan terdapat 30 hari perdagangan dalam perhitungan tersebut, volume rata-ratanya adalah 2 juta lembar per hari.
Investor dapat membandingkan volume hari ini dengan volume rata-rata untuk mengetahui apakah aktivitas perdagangan sedang meningkat atau menurun.
Indikator Volume yang Perlu Diketahui
Selain melihat angka volume pada grafik saham, investor dapat menggunakan sejumlah indikator berbasis volume untuk membantu analisis.
1. Relative Volume (RVOL)
RVOL membandingkan volume perdagangan saat ini dengan volume rata-rata pada periode tertentu. Sebagai contoh, RVOL sebesar 2 menunjukkan bahwa volume yang diukur mencapai dua kali volume rata-rata pembandingnya.
Angka tersebut dapat menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan, tetapi tidak dengan sendirinya menentukan arah harga berikutnya.
2. On-Balance Volume (OBV)
OBV merupakan indikator kumulatif yang mengolah volume berdasarkan perubahan harga. Indikator ini menambahkan volume ketika harga ditutup lebih tinggi dan menguranginya ketika harga ditutup lebih rendah, sesuai aturan perhitungannya.
OBV yang meningkat dapat mengindikasikan tekanan beli yang menguat, sedangkan OBV yang menurun dapat menunjukkan peningkatan tekanan jual. Interpretasinya tetap perlu disesuaikan dengan pergerakan harga dan kondisi pasar.
3. Volume-Weighted Average Price (VWAP)
VWAP adalah harga rata-rata tertimbang berdasarkan volume transaksi dalam suatu sesi perdagangan. Indikator ini membantu menunjukkan harga rata-rata transaksi dengan mempertimbangkan jumlah saham yang diperdagangkan pada berbagai tingkat harga.
Trader dapat menggunakan VWAP sebagai salah satu acuan untuk mengevaluasi posisi harga saat ini terhadap rata-rata harga transaksi dalam sesi tersebut. Namun, VWAP bukan jaminan bahwa suatu harga merupakan harga terbaik untuk membeli atau menjual saham.
Bagaimana Volume Memengaruhi Harga Saham?
Volume dan harga saham memiliki hubungan yang dapat membantu investor membaca aktivitas pasar. Meski demikian, volume bukan satu-satunya faktor yang menentukan perubahan harga.
Ada beberapa pola yang umum diamati dalam analisis teknikal.
Harga naik, volume meningkat:dapat mengindikasikan minat beli yang menguat dan mendukung tren kenaikan.
Harga turun, volume meningkat:dapat menunjukkan tekanan jual yang lebih besar.
Harga bergerak dengan volume rendah: dapat menandakan bahwa pergerakan tersebut belum didukung aktivitas perdagangan yang kuat.
Volume berubah tajam: dapat menjadi petunjuk adanya perubahan aktivitas pasar yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Pola tersebut tidak selalu menghasilkan pergerakan harga yang sama. Perubahan kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, sentimen investor, dan informasi terbaru juga dapat memengaruhi harga saham.
Karena itu, investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan lonjakan atau penurunan volume.
Cara Membaca Volume Saham untuk Analisis
Agar lebih bermanfaat, volume saham dapat dibaca bersama grafik harga dan data perdagangan lainnya. Berikut beberapa langkah yang dapat digunakan untuk memahami indikator ini.
Pertama, bandingkan volume perdagangan terbaru dengan rata-rata volumenya. Perbandingan ini membantu mengidentifikasi apakah aktivitas pasar sedang berada di atas atau di bawah tingkat normal.
Kedua, amati arah pergerakan harga ketika volume berubah. Volume yang meningkat saat harga naik memiliki konteks berbeda dari volume yang meningkat saat harga turun.
Ketiga, perhatikan riwayat volume pada beberapa periode. Pengamatan ini membantu menghindari kesimpulan yang hanya didasarkan pada satu hari perdagangan.
Terakhir, gunakan volume bersama indikator lain dan informasi fundamental perusahaan jika relevan. Analisis yang menyeluruh dapat membantu investor memahami kondisi saham secara lebih baik, meskipun tidak dapat menghilangkan risiko kerugian. (Red)
Catatan Redaksi : Perlu diingat, investasi saham memiliki risiko kerugian. Tidak ada indikator teknikal yang dapat menjamin keuntungan atau memprediksi pergerakan harga secara pasti.
Sebagai Perbandingan bacalah Situs Resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk referensi edukasi dan perlindungan investor dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk informasi pasar modal dan edukasi investasi.

